PANGANDARAN, LingkarJabar – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Terjun Payung 2025 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat berujung tragis. Pasalnya lima orang atlet terjun payung mengalami kecelakaan.
Berdasarkan data yang diterima dilapangan, ketiga atlet dinyatakan selamat, sementara dua orang atlet lainya dinyatakan tewas setelah jatuh di Perairan Pantai Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa 30 Desember 2025 sekitar pukul 11.40 WIB.
Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan menyampaikan, pihaknya menerima laporan kejadian tidak lama setelah insiden terjadi. Aparat kepolisian bersama Basarnas, Satpolairud, TNI, tenaga medis, serta instansi terkait langsung menuju ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban.
“Data yang kami terima korban kecelakan ada lima orang atlet, Tiga korban dinyatakan selamat, sedangkan dua atlet lainya meninggal dunia. Korban yang tewas yakni Rusli (64) warga Bandung berhasil dievakuasi oleh tim gabungan, satu korban lainnya, Widiasih (58) warga Banjaran, Bandung masih dalam pencarian petugas,” ujarnya kepada wartawan di lokasi kejadian, Selasa 30 Desember 2025.
Andri menyebutkan, dengan melibatkan unsur SAR dan aparat gabungan, pencarian masih terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca.
“Saat ini gelombang laut cukup tinggi dan angin bertiup kencang, sehingga fokus pencarian diarahkan di sekitar pantai dan perairan Bojongsalawe,” katanya.
Andri menjelaskan, ketiga atlet yang selamat masing-masing bernama Karni, Mustofa, dan Khuldori. Ketiganya telah dievakuasi dan dinyatakan dalam kondisi selamat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha lepas landas dari Bandara Nusawiru sekitar pukul 10.15 WIB dengan membawa lima atlet penerjun payung dalam rangka kegiatan Kejuaraan Daerah Provinsi Jawa Barat.
Namun, saat berada di ketinggian sekitar 10.000 kaki, terjadi perubahan arah angin yang signifikan sehingga para atlet kehilangan kendali dan arah pendaratan. Akibatnya, tiga penerjun berhasil melakukan pendaratan darurat di kawasan Pantai Bojongsalawe dan selamat.
Sebagai langkah lanjutan, Polres Pangandaran juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara, koordinasi lintas instansi, evakuasi korban, serta menghentikan sementara seluruh aktivitas terjun payung hingga batas waktu yang belum ditentukan.
Diketahui pula, kegiatan kejuaraan tersebut tidak dilaporkan atau diberitahukan sebelumnya kepada Polres Pangandaran. (*)






