BANJAR, LingkarJabar — Aparat kepolisian dari Polres Banjar bergerak cepat menangani seorang pria berinisial PS (45) yang mengamuk sambil membawa senjata tajam jenis golok di lingkungan Parungsari RT 15 RW 06, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di tengah warga. Namun, situasi berhasil dikendalikan tanpa adanya korban jiwa maupun luka-luka, setelah petugas datang ke lokasi dan melakukan penanganan secara persuasif.
Perwira Pengawas (Pawas) Polres Banjar, Ipda Dhani, mengatakan bahwa pihaknya langsung merespons laporan masyarakat yang merasa resah dengan aksi pria tersebut. Pendekatan humanis menjadi langkah utama guna menghindari potensi konflik yang lebih besar.
“Kami menerima laporan dari warga terkait adanya seorang pria yang mengamuk sambil membawa golok. Petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pendekatan persuasif agar situasi tetap kondusif,” ujar Dhani.
Dalam proses penanganan itu, petugas berhasil mengamankan senjata tajam yang dibawa oleh PS. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar tidak terjadi tindakan yang dapat membahayakan keselamatan warga sekitar.
“Senjata tajam sudah kami amankan. Ini penting untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Saat ini situasi sudah kembali aman dan terkendali,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dhani mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi awal, aksi pria tersebut diduga dipicu oleh kondisi kejiwaan yang sedang tidak stabil. Oleh karena itu, penanganan lanjutan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada sisi sosial dan kemanusiaan.
“Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Sosial, agar yang bersangkutan bisa mendapatkan penanganan yang tepat,” jelasnya.
Ketua RW 06, Sunaryo, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut warga sempat merasa khawatir, terlebih karena pelaku membawa senjata tajam dan berteriak-teriak di lingkungan permukiman.
“Warga sempat panik karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami langsung melapor ke pihak kepolisian agar segera ditangani,” katanya.
Ia juga mengapresiasi respons cepat aparat yang dinilai sigap dan mampu meredam situasi dengan baik.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, sekaligus menunjukkan bahwa penanganan masalah sosial membutuhkan kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan warga.
Pendekatan yang mengedepankan sisi kemanusiaan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman dan mencegah konflik yang lebih luas di tengah masyarakat. (Johan Wijaya)






