Berita  

Peserta Tersingkir di Tahap Awal, Seleksi Polri di Banjar Tunjukkan Standar Ketat Sejak Administrasi

 

Banjar,LingkarJabar – Tahap awal seleksi calon anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polres Banjar langsung memakan “korban”. Dari total 53 peserta yang mengikuti pemeriksaan administrasi terpadu, satu orang dinyatakan tidak lolos karena persoalan domisili.

Fakta ini menegaskan bahwa proses seleksi bukan sekadar formalitas, melainkan penyaringan serius yang sudah dimulai sejak verifikasi berkas. Kegiatan yang digelar di Aula Presisi Polres Banjar, Kamis (3/4/2026), menjadi titik awal bagi peserta jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama untuk membuktikan kelayakan mereka.

Sebanyak 52 peserta dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan berhak melanjutkan ke tahapan berikutnya. Sementara satu peserta lainnya harus terhenti lebih awal karena tidak memenuhi ketentuan administratif yang telah ditetapkan.
Kabag SDM Polres Banjar, KOMPOL Dian Rosdiana, S.H., menegaskan bahwa ketegasan ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga kualitas rekrutmen.

“Sejak tahap awal, kami sudah menerapkan standar yang ketat. Semua peserta diperlakukan sama dan dinilai berdasarkan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Proses pemeriksaan melibatkan berbagai instansi, mulai dari Disdukcapil, Dinas Pendidikan, hingga Kementerian Agama. Setiap dokumen diverifikasi secara detail untuk memastikan keabsahan dan kesesuaian data peserta.

Tak hanya itu, pengawasan juga dilakukan secara terbuka dengan melibatkan unsur eksternal, termasuk media. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri.

Pengawas eksternal, Dede Gumilar, menyebut seluruh tahapan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ia memastikan tidak ada celah bagi praktik kecurangan karena setiap peserta harus melewati rangkaian pemeriksaan yang ketat.

“Mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, verifikasi ijazah dan rapor, hingga pengecekan dokumen kependudukan, semuanya dilakukan secara terbuka dan terukur,” jelasnya.

Dengan sistem seleksi yang disiplin sejak awal, Polres Banjar berupaya memastikan bahwa hanya calon terbaik yang akan melanjutkan ke tahapan berikutnya, sekaligus menegaskan bahwa rekrutmen Polri mengedepankan kualitas, integritas, dan transparansi.(Johan Wijaya)