BANJAR, LingkarJabar – Ratusan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Banjar akhirnya bersuara. Mereka mendatangi Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjar, Jawa Barat, Selasa (4/11/2025). Kedatangan mereka untuk mempertanyakan hak Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang sudah tiga bulan hingga kini belum juga cair.
Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Sekolah Menengah Kejuruan (MGMP PAI SMK) Kota Banjar, Aan Alamsyah, menyebut keterlambatan pencairan ini bukan kali pertama terjadi.
“Tahun 2024 juga sama pernah terjadi. Sekarang kembali terulang sudah tiga bulan belum cair, katanya karena anggarannya belum cukup dan masih diajukan,” ungkap Aan.
Aan menjelaskan, biasanya TPG dibayarkan setiap bulan, dengan nilai bervariasi antara Rp3,2 juta hingga Rp4 juta per bulan, tergantung pangkat dan golongan.
“Biasanya cair tiap awal bulan, tapi sampai sekarang belum ada kepastian apakah bulan ini akan cair atau tidak,” ujarnya.
Jika hingga akhir November belum juga cair, Aan menyebut para guru dari tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK akan kembali melakukan pertemuan dan audiensi lanjutan dengan pihak terkait.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Banjar, H. Ahmad Fikri, mengakui adanya keterlambatan tersebut. Ia menegaskan, proses pencairan TPG berada di tingkat pusat, bukan di daerah.
“Kemenag itu lembaga vertikal, jadi mekanismenya berjenjang. Semua sudah kami ajukan ke Kanwil dan pusat,” jelasnya.
Kepala Kemenag memastikan, hak para guru tetap aman dan akan dicairkan sebelum akhir tahun.
“Insya Allah bisa diselesaikan di tahun ini. Yang jelas hak-hak guru PAI tidak akan hilang,” tegasnya. (Johan Wijaya)






