PANGANDARAN, LINGKARJABAR Penerapan edukasi demokrasi di SMK Negeri 1 Padaherang memiliki dampak positif bagi para siswa, mengingat mereka merupakan generasi penerus bangsa. Selain itu, edukasi ini juga relevan dengan sistem demokrasi yang diterapkan di tanah air.
Menurut Giri S. Bastian, guru kesiswaan di SMK Negeri 1 Padaherang, edukasi demokrasi diimplementasikan melalui kegiatan pemilihan Ketua OSIS di lingkungan sekolah. Tujuan dari penerapan ini adalah agar para siswa memahami konsep demokrasi yang berlandaskan Pancasila, sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku.
“Dengan pemahaman ini, diharapkan para siswa dapat menjadi generasi penerus yang berkontribusi positif bagi pembangunan bangsa di masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Giri S. Bastian menjelaskan bahwa sebelum pemilihan Ketua OSIS dilaksanakan, proses seleksi dilakukan terhadap para calon kandidat.
“Kami telah melakukan penyaringan jauh sebelumnya, menilai seluruh pelajar melalui berbagai tugas. Dari hasil seleksi tersebut, dua calon kandidat resmi ditetapkan sebagai calon Ketua OSIS,” katanya.
Setelah penetapan calon, kedua kandidat diberikan kesempatan untuk menyampaikan visi dan misi mereka di hadapan seluruh siswa. Mereka juga mengikuti debat terbuka untuk menunjukkan kemampuan dan gagasan masing-masing.
Sementara itu, seluruh siswa dari kelas 10 hingga kelas 12 memiliki hak pilih dalam pemilihan Ketua OSIS. Proses pemilihan dilakukan secara digital menggunakan internet.
“Kami memanfaatkan teknologi dengan membagikan link pemilihan kepada seluruh siswa melalui ponsel masing-masing. Hasil pemilihan kemudian diumumkan secara terbuka kepada seluruh siswa. Kandidat dengan suara terbanyak otomatis menjadi Ketua OSIS terpilih,” jelas Giri S. Bastian.
Ia menambahkan, Ketua OSIS yang terpilih diharapkan mampu membawa dampak positif bagi sekolah dan seluruh siswa di SMK Negeri 1 Padaherang.
“Kami berharap Ketua OSIS yang baru dapat memberikan yang terbaik, baik untuk sekolah maupun untuk semua siswa,” pungkasnya. (Ntang)






