BANJAR, LingkarJabar — Pemilihan calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Karyamukti, Kota Banjar, berlangsung dinamis pada Sabtu, 19 April 2016. Sebanyak 17 calon bersaing memperebutkan suara pemilih yang tersebar di lima tempat pemungutan suara (TPS).
Partisipasi pemilih dalam pemilihan ini tergolong cukup tinggi. Dari total 6.844 pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan DPTb, sebanyak 4.501 orang menggunakan hak pilihnya atau sekitar 65,76 persen. Dari jumlah tersebut, 4.407 suara dinyatakan sah, sementara 94 suara tidak sah.
Distribusi suara menunjukkan variasi dukungan di tiap wilayah. Di RW 01, Agus Rudiana memperoleh 375 suara atau 84,08 persen. Di RW 02, Tantan Andriansyah unggul dengan 314 suara atau 59,92 persen.
Kemenangan juga diraih Ihin Solihin di RW 03 dengan 448 suara atau 64,09 persen. Sementara itu, persaingan di RW 04 berlangsung lebih ketat. Agus Hendrik Wibowo memimpin dengan 48,66 persen suara, dengan selisih tipis dari kandidat lainnya.
Di wilayah gabungan RW 05 dan RW 06, persaingan relatif terbuka. Fahmi Zam Zam Nurali meraih 34,80 persen suara, diikuti Anggi Yuliana dengan 31,19 persen.
Untuk kategori keterwakilan perempuan, Ipah Rostipah mencatat perolehan tertinggi dengan 585 suara atau 37,07 persen. Ia disusul Lia Yuliawati dan Ika Puspita Dwi yang juga meraih dukungan signifikan.
Kepala Desa Karyamukti, Fikri Aditya, mengatakan seluruh tahapan pemilihan berjalan lancar dan kondusif. “Seluruh proses berlangsung aman dan demokratis. Tingkat partisipasi ini menunjukkan kepedulian warga terhadap pemerintahan desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil pemilihan merupakan cerminan pilihan masyarakat yang perlu dihormati semua pihak. Pemerintah desa, kata dia, berharap para calon terpilih dapat menjalankan amanah serta menjadi penyalur aspirasi warga.
Pemerintah desa juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, aparat keamanan, dan masyarakat yang terlibat dalam penyelenggaraan pemilihan. Hasil ini dinilai mencerminkan meningkatnya kesadaran demokrasi di tingkat desa, dengan kompetisi yang berlangsung terbuka dan partisipatif. (Johan Wijaya)






