BANJAR, LingkarJabar – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat menggelar kegiatan “NGAGAS TIPIS (Ngembangkeun Gagasan, Garap Amanah, Silaturahmi Tetap jadi Inspirasi Sarerea) , Jumat 15–17 Mei 2026.
Kegiatan yang menjadi transformasi dari agenda Leadership Collaboration on The Road Kemenag 2026 ini dirancang sebagai ruang konsolidasi kepemimpinan, penguatan silaturahim, serta penguatan energi kolektif di lingkungan Kementerian Agama se-Jawa Barat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepemimpinan kolaboratif dalam mendukung pelaksanaan tugas strategis Kementerian Agama, termasuk layanan keagamaan serta kegiatan hisab, rukyat, dan itsbat yang membutuhkan sinergi lintas wilayah.
Rangkaian kegiatan akan melibatkan para pimpinan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dengan rute perjalanan dari Tasikmalaya menuju Banjar, Pantai Madasari, Pantai Batukaras, Green Canyon Pangandaran hingga Pangandaran.
Agenda kegiatan meliputi silaturahim pimpinan, ngaliwet bersama di Pendopo Kota Banjar, camping kebersamaan di Madasari, team building di Batukaras, body rafting di Green Canyon, hingga malam tasyakuran dan penguatan komitmen organisasi di Pangandaran.
Puncak kegiatan ditandai dengan persiapan dan pelaksanaan rukyatul hilal di Rooftop Horison Palma Pangandaran sebagai simbol kolaborasi dalam pelaksanaan tugas strategis Kementerian Agama.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat soliditas dan silaturahim keluarga besar Kementerian Agama Jawa Barat, membangun kepemimpinan kolaboratif antar pimpinan, memperkuat koordinasi lintas wilayah, serta menumbuhkan energi kolektif organisasi dalam mendukung program prioritas Kementerian Agama.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat budaya kerja yang harmonis, adaptif, dan produktif serta mengokohkan sinergi dalam pelaksanaan tugas rukyatul hilal.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Dudu Rohman, menegaskan bahwa NGAGAS TIPIS merupakan bagian dari penguatan transformasi kepemimpinan di lingkungan Kementerian Agama.
“NGAGAS TIPIS adalah ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi, menyatukan visi kepemimpinan, serta membangun energi kolektif. Kita ingin memastikan Kementerian Agama Jawa Barat semakin solid, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pendekatan kebersamaan dalam kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antar pimpinan di berbagai wilayah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjar, Ahmad Fikri Firdaus, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat silaturahim dan komitmen kelembagaan.
“Melalui NGAGAS TIPIS, kita tidak hanya mempererat hubungan personal, tetapi juga memperkuat amanah kelembagaan. Ini menjadi energi bersama untuk menghadirkan pelayanan Kementerian Agama yang lebih profesional, humanis, dan berdampak,” ungkapnya.Jumat (15/5/2026).
Ia juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan yang dibangun dalam kegiatan tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat pelayanan kepada masyarakat.
“Soliditas antar pimpinan dan seluruh jajaran menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang responsif dan berkualitas. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya mempererat silaturahim, tetapi juga melahirkan gagasan dan semangat baru dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Menurutnya, sinergi dan komunikasi yang terbangun melalui kegiatan NGAGAS TIPIS diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas wilayah di lingkungan Kementerian Agama Jawa Barat.
“Kolaborasi yang kuat akan melahirkan kerja-kerja yang lebih efektif, harmonis, dan berdampak. Dengan kebersamaan, kita optimistis mampu menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, humanis, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Kementerian Agama menegaskan bahwa kegiatan NGAGAS TIPIS 2026 diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat budaya kerja kolaboratif, mempererat hubungan kelembagaan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kementerian Agama.
Dengan semangat kebersamaan dan kepemimpinan kolaboratif, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi organisasi dan menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin profesional, adaptif, dan berdampak luas bagi masyarakat.(Johan Wijaya)






