PANGANDARAN, LingkarJabar – Peringatan Hari Kartini setiap 21 April menjadi pengingat atas jasa Raden Ajeng Kartini dalam membuka jalan bagi emansipasi perempuan di Indonesia. Lahir di Jepara pada 21 April 1879, Kartini dikenang sebagai tokoh yang pemikiran dan perjuangannya masih relevan hingga kini.
Di berbagai wilayah, termasuk pedesaan, semangat Kartini tercermin dalam meningkatnya peran perempuan dalam kehidupan publik. Mereka tidak lagi hanya berkutat di ranah domestik, melainkan turut ambil bagian dalam sektor ekonomi, pembangunan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) Inspektorat Kabupaten Pangandaran, Mardalena Zebua, mengatakan perjuangan Kartini telah membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk berkembang.
“Perempuan saat ini memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan, bekerja, serta menyalurkan potensi dan ide-idenya. Ini merupakan hasil dari perjuangan panjang Kartini yang harus terus dijaga dan dilanjutkan,” ujar Mardalena pada Selasa, 21 April 2026.
Menurut dia, perkembangan teknologi dan perubahan zaman justru menghadirkan peluang lebih besar bagi perempuan untuk menunjukkan kapasitas diri di berbagai bidang.
Ia menilai, peringatan Hari Kartini seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat kepercayaan diri, kemandirian, dan integritas perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat agar perempuan terus berkembang, pantang menyerah, dan memberi manfaat bagi keluarga, lingkungan, bangsa, dan negara,” kata dia.
Mardalena berharap peringatan Hari Kartini 2026 dapat melahirkan lebih banyak perempuan inspiratif yang mampu melanjutkan semangat perjuangan Kartini dalam mendorong kesetaraan dan kemajuan di masa mendatang. (Agus Giantoro)






