Berita  

Ketua ORARI Lokal Banjar Soroti Absennya Pimpinan Daerah, Picu Teguran Posko Mudik 2026

BANJAR, LingkarJabar – Pelaksanaan Posko Mudik Lebaran 2026 di Kota Banjar mendapat sorotan dari internal Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI). Absennya unsur pimpinan daerah dalam kegiatan monitoring dinilai berdampak pada munculnya teguran dari tingkat provinsi, khususnya terkait pelaporan dan evaluasi kegiatan.

Ketua ORARI Lokal Kota Banjar, Yana Bachyan, secara terbuka menyayangkan ketidakhadiran pimpinan daerah dalam pelaksanaan Posko Dukungan Komunikasi (Dukom) tahun ini. Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang masih mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah.

“Kalau pada Hari Raya Idulfitri 2025, masih ada Wakil Wali Kota yang datang untuk monitoring kegiatan Posko Pantau Mudik Lebaran. Namun untuk tahun ini tidak ada sama sekali. Jangankan monitoring, sekadar menanyakan kabar pun tidak ada,” ujar Yana.Senin (6/4/2026).

Ia menegaskan, kehadiran pimpinan daerah memiliki peran penting, tidak hanya sebagai bentuk dukungan moril kepada petugas di lapangan, tetapi juga bagian dari fungsi pengawasan terhadap jalannya pelayanan publik selama arus mudik dan balik Lebaran.

Menurut Yana, ketidakhadiran tersebut berdampak langsung pada aspek administratif, terutama dalam hal dokumentasi kegiatan yang menjadi bagian dari laporan resmi ke Posko Induk ORARI Jawa Barat. Akibatnya, pelaksanaan posko mudik tahun ini mendapat teguran karena tidak terpenuhinya unsur monitoring dari pimpinan daerah.

Lebih lanjut, Yana mengingatkan bahwa unsur pimpinan daerah memiliki kedudukan khusus dalam organisasi. Mereka tercatat sebagai anggota kehormatan dalam Organisasi Amatir Radio Indonesia Lokal Kota Banjar, sehingga diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap kegiatan-kegiatan ORARI, khususnya yang bersifat kemanusiaan dan pelayanan masyarakat.

“Padahal mereka adalah anggota kehormatan ORARI Lokal Kota Banjar,” tegasnya.

Meski tanpa kehadiran pimpinan daerah, Yana memastikan seluruh petugas tetap menjalankan tugas secara maksimal. Posko Dukom tetap beroperasi sesuai prosedur untuk mendukung kelancaran komunikasi dan informasi selama periode mudik dan balik Idulfitri.

Kondisi ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak ke depan, agar sinergi antara pemerintah daerah dan ORARI dapat berjalan lebih optimal, terutama dalam mendukung pelayanan publik pada momentum penting seperti Lebaran.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Banjar terkait tidak adanya kunjungan ke Posko Dukom selama Idulfitri 2026.(Johan Wijaya)