Berita  

Jelang Lebaran, Jukir di Banjar Kebanjiran Rezeki dari Ramainya Pembeli

BANJAR, LingkarJabar – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, geliat ekonomi di Kota Banjar semakin terasa. Tidak hanya pedagang yang kebanjiran pembeli, para juru parkir (jukir) pun ikut merasakan lonjakan rezeki dari meningkatnya aktivitas masyarakat yang berbelanja kebutuhan Lebaran.

Salah satu titik keramaian terlihat di toko pakaian serba Rp35 ribu yang berada di Jalan Pegadaian. Sejak H-6 Lebaran, toko tersebut dipadati pengunjung yang berburu pakaian murah untuk kebutuhan hari raya. Memasuki H-1, jumlah pengunjung semakin membludak, bahkan menyebabkan kepadatan kendaraan di sekitar lokasi.

Kondisi ini menjadi berkah tersendiri bagi para jukir yang bertugas mengatur parkir. Nono, jukir di kawasan Jalan Letjen Suwarto, mengaku pendapatannya meningkat drastis dibanding hari biasa.

“Kalau hari normal, paling dapat Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. Tapi menjelang Lebaran bisa sampai Rp400 ribu hingga Rp700 ribu dalam sehari,” ujar Nono kepada awak media, Jumat (20/3/2026).

Ia menyebut lonjakan tersebut terjadi karena tingginya volume kendaraan yang keluar-masuk area pertokoan. Bahkan, dalam satu jam, puluhan kendaraan silih berganti memadati lokasi parkir.

Hal senada diungkapkan Teja, warga yang memanfaatkan momen ini dengan menjadi jukir dadakan di sekitar toko serba Rp35 ribu. Menurutnya, ramainya pengunjung membuka peluang bagi warga sekitar untuk mendapatkan tambahan penghasilan.

“Ramai sekali, kendaraan terus berdatangan. Lumayan bisa nambah pemasukan menjelang Lebaran,” kata Teja.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perputaran ekonomi jelang Idul Fitri tidak hanya berdampak pada sektor formal seperti perdagangan dan jasa, tetapi juga sektor informal. Profesi jukir yang kerap dipandang sebelah mata justru menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.

Di sisi lain, meningkatnya jumlah jukir dadakan juga menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal penataan dan ketertiban parkir. Namun, bagi sebagian warga, kondisi ini tetap disyukuri sebagai peluang langka yang hanya terjadi pada momen tertentu.

“Kami berharap kondisi ramai seperti ini bisa terus berlangsung sampai puncak arus mudik dan perayaan Lebaran. Selain itu, kami juga berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah terhadap keberadaan jukir, karena kami juga bagian dari roda ekonomi masyarakat kecil,” ujar salah seorang juru parkir.

Para jukir berharap momentum ini dapat terus menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan, meski hanya terjadi pada momen musiman seperti menjelang Lebaran. (Johan Wijaya)