PANGANDARAN, LingkarJabar – Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kabupaten Pangandaran menggelar syukuran dua dekade berdirinya organisasi tersebut, pada Sabtu 13 September 2025.
Acara ini turut dihadiri Bunda PAUD Pangandaran yang juga Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, serta perwakilan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, para pengawas, dan ratusan guru PAUD dari sepuluh kecamatan.
Ketua Himpaudi Pangandaran, Ikeu Sumiati menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperjuangkan kesejahteraan guru PAUD ke pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.
“Guru PAUD juga guru seperti di sekolah lainnya. Kami ingin disejajarkan dan mendapatkan perhatian yang sama, termasuk pengangkatan menjadi guru PPPK,” ujarnya.
Saat ini, terdapat 138 lembaga PAUD yang tersebar di sepuluh kecamatan di Pangandaran. Menurut Ike, para guru tetap bersemangat mengajar meski menghadapi keterbatasan.
“Seluruh pembelajaran di PAUD tetap mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku sesuai arahan Disdikpora, khususnya bidang PNF, demi peningkatan mutu pendidikan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bunda PAUD Pangandaran, Citra Pitriyami, menyampaikan bahwa Pemkab Pangandaran telah menyalurkan aspirasi para guru ke Kementerian Pendidikan RI.
“Kami sudah menyampaikan langsung keluhan guru PAUD hingga guru SMP, SMA, dan SMK kepada Wakil Menteri Pendidikan saat berkunjung ke Pangandaran. Harapannya segera ada respon positif,” tegasnya.
Selain menyuarakan keluhan, Citra juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan sekolah, termasuk PAUD, agar kualitas pendidikan terus meningkat. Ia pun mengapresiasi kinerja Disdikpora, khususnya bidang PNF, yang dinilai mampu menunjukkan capaian positif.
“Pendidikan di Pangandaran, terutama PNF, telah menorehkan prestasi. Namun, peningkatan kualitas, mutu, dan prestasi pendidikan tetap harus menjadi prioritas ke depan,” pungkasnya. (Ntang)






