Berita  

Hari Kedua Pencarian Remaja Tenggelam di Muara Sungai Citanduy, Tim Gabungan Kerahkan Alat dan Relawan

Tim SAR dari BPBD Kota Banjar, BPBD Ciamis, BPBD Cilacap, PMI, Damkar, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dari Tagana dan Jabar Bergerak terus melakukan pencarian korban. Foto: Joe/LJ

BANJAR. LingkarJabar — Memasuki hari kedua pencarian seorang remaja yang dilaporkan tenggelam di muara pertemuan Sungai Cijolang, Citapen, dan Citanduy, tim gabungan kembali melanjutkan operasi sejak pagi hari, Senin 14 Juli 2025. Proses pencarian dimulai pukul 07.00 WIB dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD Kota Banjar, BPBD Ciamis, BPBD Cilacap, PMI, Damkar, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan dari Tagana dan Jabar Bergerak.

Korban diketahui bernama Muhammad Hildan (14), warga Dusun Cibentang RT 21 RW 09, Desa Mekarharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Ia dilaporkan tenggelam saat berenang bersama dua rekannya di aliran Sungai Citanduy pada Minggu 13 Juli 2025. Diduga, korban terseret arus deras dan belum ditemukan hingga kini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjar, Asep Setiadi, menyampaikan bahwa pencarian hari kedua difokuskan pada wilayah muara dan sepanjang aliran sungai yang berpotensi menjadi jalur korban terbawa arus.

“Tim menyusuri aliran sungai menggunakan perahu karet dan alat pendeteksi bawah air. Selain itu, relawan dan warga tetap melakukan penyisiran dari darat,” ujar Asep.

Asep menambahkan, area pencarian diperluas hingga radius 100 meter dari titik kejadian. Hari ini, tim dikerahkan dengan tambahan tiga unit perahu LCR guna memaksimalkan jangkauan pencarian.

“Kami terus berupaya semaksimal mungkin dengan dukungan berbagai pihak agar korban segera ditemukan,” tegasnya.

Kondisi cuaca yang cerah pada pagi hari turut mendukung proses pencarian. Sebelumnya, pada hari pertama, tim telah menurunkan dua unit perahu LCR dengan empat personel, namun belum membuahkan hasil.

Selain penyisiran sungai, koordinasi dengan warga dan relawan juga terus dilakukan untuk memperoleh informasi tambahan. BPBD pun mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda mencurigakan di sekitar lokasi kejadian.

“Peran serta masyarakat sangat penting. Jika ada yang melihat sesuatu, mohon segera dilaporkan,” imbuh Asep.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih terus berlangsung dengan harapan Muhammad Hildan dapat segera ditemukan dan diselamatkan. Pihak keluarga korban pun masih menanti dengan penuh harap. Warga sekitar turut ambil bagian dengan berjaga di beberapa titik strategis sepanjang sungai.

Sebagai upaya pencegahan, pihak berwenang mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak, untuk lebih berhati-hati dan tidak berenang di aliran Sungai Citanduy yang arusnya dikenal deras.

Sebelumnya, menurut keterangan saksi mata, terdapat tiga anak yang tengah berenang bersama sebelum salah satunya terseret arus dan hilang. (Joe)