Berita  

Hadapi Tantangan Politik Masa Depan, PKB Kota Banjar Gelar Pendidikan Kader Pertama

Hadapi Tantangan Politik Masa Depan, PKB Kota Banjar Gelar Pendidikan Kader Pertama. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar  – Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kota Banjar menggelar Pendidikan Kader Pertama (PKP) bagi para kader loyalis se-Kota Banjar, Minggu (23/11/2025), di salah satu hotel di Kota Banjar. Kegiatan ini menjadi langkah awal PKB dalam mempersiapkan kader-kader muda yang militan, adaptif, dan siap menjawab dinamika politik beberapa tahun ke depan.

Ketua DPC PKB Kota Banjar, Gun Gun Gunawan Abdul Jawad atau dikenal sebagai Gus Jawad, menyampaikan bahwa PKP merupakan fondasi utama kaderisasi PKB sebagai persiapan menuju musyawarah anak cabang (musancab) untuk pembentukan kepengurusan tingkat kecamatan. PKP, kata dia, dirancang untuk memastikan para pengurus memahami peran strategis mereka sebagai representasi partai di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kita menyelenggarakan PKP, pendidikan kader pertama. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menyongsong musyawarah anak cabang. Dengan PKP ini kita berharap para kader benar-benar menjadi kader yang bisa diandalkan untuk berjuang di masyarakat,” ujar Gus Jawad.

Ia juga menegaskan bahwa PKP bertujuan melahirkan kader-kader militan sesuai empat manifesto politik PKB: politik kehadiran, politik kepeloporan, politik keteladanan, dan pelayanan masyarakat. Empat nilai itu, kata Gus Jawad, menjadi dasar kontribusi PKB bagi kesejahteraan warga Kota Banjar.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 peserta dari seluruh kecamatan di Kota Banjar. Rata-rata tiap kecamatan mengirimkan 17 kader, bahkan beberapa kecamatan mengirim lebih banyak.

“Mohon doanya,” ucap Gus Jawad.

Menjawab dinamika politik ke depan, Gus Jawad menyebut PKB menargetkan perolehan enam kursi pada pemilu legislatif 2029/2031, dengan harapan masing-masing daerah pemilihan (dapil) dapat menyumbang dua kursi. Target ini dinilai realistis mengingat komposisi kepengurusan PKB Banjar kini banyak diisi generasi muda.

Menurutnya, perubahan lanskap politik nasional yang dipengaruhi bonus demografi menjadi alasan kuat PKB Banjar memberi ruang luas bagi anak muda.

“Sampai 57 persen di tahun 2024 kemarin itu anak muda. Kenapa kami memilih segmentasi anak muda? Karena sekarang serba IT. Kalau tidak beradaptasi, PKB besar di masa lalu tapi bisa menjadi fosil di masa yang akan datang,” tegasnya.

Melalui PKP ini, PKB Kota Banjar berharap mampu membangun barisan kader yang tidak hanya loyal, tetapi juga visioner, kreatif, dan mampu merespons perkembangan zaman. Dengan kekuatan kader muda, PKB optimistis dapat memperkuat kontribusi politiknya sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Banjar. (Johan Wijaya)