BANJAR, LingkarJabar – Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjar, Muhamad Saeful Rohman, yang tergabung dalam Tim Water, Sanitation and Hygiene (WASH), mulai bergerak menjalankan misi kemanusiaan di Aceh pascabencana yang melanda wilayah tersebut. Rohman menyampaikan bahwa ia telah melakukan pengambilan dua unit alat pengolahan air bersih yang baru tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, melalui pesawat Airbus A400 milik TNI Angkatan Udara.
Pengiriman peralatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemenuhan kebutuhan darurat air bersih di Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen, dua wilayah yang terdampak paling berat. Rohman menyampaikan, proses pengambilan alat berlangsung lancar berkat koordinasi antara PMI, TNI AU, dan tim lapangan yang bertugas.
“Alhamdulillah, hari ini kami sudah mengambil dua alat pengolahan air di Bandara Sultan Iskandar Muda. Peralatan ini sangat dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan warga yang saat ini sulit memperoleh air bersih,” ujarnya, melalui pesan singkat WhatsApp Rabu 3 Desember 2025.
Saat ini Tim WASH PMI Provinsi Aceh sedang melakukan persiapan teknis untuk mobilisasi selanjutnya. Rohman menjelaskan bahwa tim dijadwalkan berangkat dari Markas PMI Provinsi Aceh, hari ini, Kamis (4/12/2025), untuk membawa peralatan menuju lokasi penempatan.
Menurutnya perjalanan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima jam dalam kondisi normal, namun akses jalan di sejumlah titik dilaporkan mengalami kerusakan sehingga waktu tempuh kemungkinan akan lebih lama.
“Kondisi jalan di wilayah terdampak banyak yang retak dan beberapa ruas tertutup material longsoran. Kami harus berhati-hati dan memprediksi waktu tempuh yang lebih panjang,” jelasnya.
Setibanya di lokasi, Tim WASH PMI akan langsung melakukan instalasi dan memastikan alat pengolahan air dapat beroperasi sesuai kebutuhan. Peralatan ini mampu memproduksi air layak konsumsi dalam jumlah besar setiap harinya, sehingga diharapkan dapat membantu percepatan pemulihan layanan dasar bagi warga.
PMI Kota Banjar menyampaikan dukungan penuh untuk misi kemanusiaan tersebut dan berharap kehadiran relawan daerah mampu memperkuat aksi solidaritas nasional untuk Aceh. Operasi distribusi air bersih ini menjadi salah satu prioritas penting mengingat tingginya kebutuhan masyarakat pascabencana. (Johan Wijaya)






