Berita  

Dua Hari Bungkam, Kades Rejasari Akhirnya Buka Suara Bantah Isu Menghindar Audiensi

Dua Hari Bungkam, Kades Rejasari Akhirnya Buka Suara Bantah Isu Menghindar Audiensi. Foto: ist/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Setelah dua hari bungkam terkait ketidakhadirannya dalam audiensi bersama masyarakat, Kepala Desa Rejasari, Ahmad Afrizal Rizqi akhirnya angkat bicara, Ia membantah tudingan bahwa dirinya sengaja menghindar dari pertemuan tersebut.

Afrizal menjelaskan, pada saat audiensi digelar Kamis (6/11/2025) pagi, dirinya sedang menjalankan tugas kemanusiaan mendampingi salah satu warga yang tengah dirawat di RSUD Kota Banjar.

“Saat itu saya sedang membantu mempercepat proses pengaktifan BPJS untuk warga yang akan menjalani tindakan operasi. Jadi bukan menghindar, hanya saja waktunya bersamaan dengan jadwal audiensi,” ungkap Afrizal melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (8/11/2025).

Ia menegaskan, pemerintah desa sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat. Menurutnya, masyarakat merupakan ruh dari pemerintahan desa, sehingga masukan menjadi bagian penting dalam memperbaiki kinerja.

“Saya sangat membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin memberikan masukan atau kritik. Karena ruh dari pemerintahan desa adalah masyarakat itu sendiri. Kami berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan,” katanya.

Afrizal juga menyoroti beredarnya surat misterius yang mengatasnamakan masyarakat tanpa mencantumkan identitas yang jelas. Menurutnya, hal tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan keresahan di tengah warga.

“Surat seperti itu bisa membuat masyarakat resah. Kalau memang ada kritik, sebaiknya disampaikan secara terbuka agar bisa ditindaklanjuti dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Rejasari, Indra Sukandar, yang juga tidak hadir dalam audiensi tersebut, belum memberikan keterangan resmi terkait ketidakhadirannya. Saat dihubungi melalui pesan singkat, ia belum memberikan tanggapan.

Afrizal berharap persoalan ini tidak menimbulkan jarak antara pemerintah desa dan masyarakat.

“Disayangkan kalau dianggap saya menghindar. Padahal saya justru sedang membantu warga yang membutuhkan. Kedepan, kami akan terus berupaya memperkuat transparansi dan pelayanan,” pungkasnya. (Johan Wijaya)