Berita  

Dilaporkan ke Polda Jabar, Begini Sikap Optimis Kades Rejasari Banjar

Dilaporkan ke Polda Jabar, Begini Sikap Optimis Kades Rejasari Banjar. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Menyusul laporan Andri Setiawan ke Polda Jawa Barat terkait dugaan persekongkolan tender proyek pekerjaan di Desa Rejasari, Kepala Desa Rejasari Ahmad Afrizal Rizqi angkat bicara.

Ahmad menegaskan, pihaknya saat ini memilih fokus pada penyelesaian hasil rekomendasi Inspektorat Kota Banjar yang berkaitan dengan laporan dan pengaduan tersebut.

“Saya sebagai Kepala Desa fokus untuk menyelesaikan apa yang menjadi hasil rekomendasi dari Inspektorat berkaitan dengan laporan dan juga pengaduan seperti itu,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi, Jumat (13/2/2026).

Ia menyebut, percepatan tindak lanjut tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam melakukan pembenahan tata kelola. Menurutnya, rekomendasi Inspektorat menjadi dasar evaluasi untuk memperbaiki sistem administrasi dan pelaksanaan kegiatan di desa.

“Ini salah satu bentuk dan bukti upaya kami untuk bisa menata ulang apa yang menjadi rekomendasi dari Inspektorat agar ke depan lebih baik,” katanya.

Sebelumnya, Andri Setiawan melaporkan dugaan persekongkolan dalam penetapan pemenang tender proyek di Desa Rejasari ke Polda Jabar. Laporan tersebut dilayangkan setelah ia mengaku kecewa terhadap minimnya transparansi hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Banjar.

Andri menilai prinsip keterbukaan informasi publik seharusnya menjadi prioritas dalam pengelolaan anggaran desa. Ia juga mempertanyakan konsistensi penerapan regulasi, terutama terkait status Laporan Hasil Pemeriksaan yang disebut sebagai dokumen rahasia.

Menanggapi laporan tersebut, Ahmad tidak memberikan komentar lebih jauh terkait substansi aduan ke kepolisian. Ia menegaskan akan menghormati proses hukum yang berjalan serta tetap berfokus pada penyelesaian administrasi sesuai arahan Inspektorat.

Pemerintah Desa Rejasari, lanjutnya, berkomitmen melakukan pembenahan agar tata kelola pemerintahan desa berjalan lebih transparan dan akuntabel.

“Kami ingin semuanya menjadi lebih baik ke depan,” pungkasnya. (Johan Wijaya)