PANGANDARAN, LingkarJabar – Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pangandaran, Ahmad Irfan Alawi, memberikan respons terhadap kritik yang dilontarkan Ketua LAKRI Pangandaran terkait dugaan lemahnya pengawasan di lingkungan pendidikan. Irfan menegaskan bahwa pengawasan perilaku peserta didik bukan semata tanggung jawab institusi pendidikan, melainkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Menurut Irfan, ruang interaksi siswa di sekolah sangat terbatas, sehingga dukungan dan peran aktif orang tua serta lingkungan sekitar sangat diperlukan.
“Pengawasan perilaku anak didik harus menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen pendidikan, termasuk orang tua dan masyarakat, tentunya dengan proporsi dan kewenangan masing-masing,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan deteksi dini bagi para pendidik dalam membaca tanda-tanda perilaku siswa yang mengarah pada penyimpangan. Selain itu, komunikasi dua arah antara sekolah, orang tua, dan masyarakat harus terus diperkuat untuk mencegah potensi penularan perilaku negatif antar siswa.
Irfan menambahkan bahwa koordinasi antar lembaga intra maupun ekstra pendidikan, termasuk instansi yang berkaitan dengan sektor pendidikan dan kesehatan, menjadi kunci penguatan ekosistem pendidikan yang aman dan sehat.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut meluruskan isu mengenai keberadaan lembaga pengawas pendidikan.
“Tidak ada lembaga Dewan Pengawas Pendidikan di Pangandaran. Dewan Pendidikan baru dibentuk Februari lalu, sehingga kami masih membutuhkan dukungan seluruh pihak—pemerintah daerah, dinas pendidikan, hingga masyarakat—untuk membangun sinergitas pendidikan yang lebih baik,” jelasnya.
Menanggapi isu bahwa Dewan Pendidikan menerima gaji, Irfan dengan tegas membantah. Ia menyebut Dewan Pendidikan saat ini bekerja secara swadaya dan berlandaskan kepedulian terhadap pembangunan karakter peserta didik.
“Kami bergerak murni karena kepedulian, melibatkan agamawan, praktisi pendidikan, serta berbagai stakeholder yang peduli pendidikan,” tambahnya.
Irfan mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dan keterbukaan informasi demi memajukan dunia pendidikan di Pangandaran.
“Mari kita bekerja sama membangun pendidikan Pangandaran yang semakin maju dan melesat, memberikan bekal pengetahuan, moral, dan keterampilan bagi generasi penerus bangsa,” tutupnya. (Agus Giantoro)






