PANGANDARAN, LingkarJabar – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Pangandaran. Desa Selasari, Kecamatan Parigi, berhasil menembus 10 besar Desa Wisata Terbaik Nasional 2025 versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI.
Dalam daftar resmi yang diumumkan melalui laman kemenparekraf.go.id, Desa Selasari menempati peringkat ke-9 nasional. Posisi ini menempatkan Selasari sejajar dengan desa wisata unggulan dari berbagai daerah, mulai dari Sumatera Barat, DKI Jakarta, hingga Kepulauan Bangka Belitung.
Kepala Desa Selasari, Udin Tugaswara menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku wisata, serta berbagai pihak yang konsisten mendukung pengembangan wisata.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Pencapaian ini lahir dari kerja keras, kebersamaan, dan semangat warga dalam menjaga sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis budaya, alam, dan kearifan lokal,” ujar Ugas sapaan akrab Udin Tugaswara.
Kata Ugas, Selasari sejak lama dikenal sebagai salah satu destinasi andalan di Pangandaran. Desa ini menawarkan beragam daya tarik, mulai dari keindahan goa-goa alami, tradisi budaya yang masih terjaga, hingga keramahtamahan warga yang selalu memikat wisatawan.
“Pengelolaan wisata di Selasari juga menerapkan konsep community based tourism, di mana masyarakat berperan langsung sebagai pengelola sekaligus penerima manfaat ekonomi. Model ini dinilai sukses menjaga keberlanjutan wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga,” sebutnya.
Ugas mengungkapkan, masuknya Selasari dalam 10 besar nasional diharapkan menjadi inspirasi bagi desa wisata lain di Pangandaran. Pemerintah daerah sendiri tengah gencar mendorong wisata berbasis desa sebagai pilar utama pertumbuhan ekonomi daerah, selain wisata pantai yang sudah lebih dulu dikenal luas.
Prestasi ini sekaligus membuktikan bahwa Pangandaran memiliki kekuatan wisata pedesaan yang tak kalah menarik, dengan kekayaan budaya, tradisi, serta kearifan lokal sebagai daya tarik utama.
“Kami ingin terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan wisata. Dukungan pemerintah daerah serta promosi yang berkelanjutan akan memperkuat posisi Selasari sebagai salah satu desa wisata terbaik di Indonesia,” tambah Ugas.
Ia berharap pencapaian ini menjadi motivasi bersama, tidak hanya untuk Selasari tetapi juga bagi seluruh desa wisata di Pangandaran agar semakin kreatif, menjaga lingkungan, serta melestarikan budaya demi kemajuan pariwisata daerah.
Dengan prestasi tersebut, Desa Selasari tak hanya mengharumkan nama Pangandaran di level nasional, tetapi juga berkontribusi nyata memperkaya khazanah pariwisata Indonesia.






