BANJAR. LingkarJabar — Menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah/2025 Masehi, Desa Neglasari mencatatkan prestasi membanggakan dalam Lomba Sholawat Mahalul Qiyam antar Majelis Taklim se-Kecamatan Banjar. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat ini digelar di Aula Kelurahan Situbatu pada Sabtu 12 Juli 2025 dan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Banjar.
Sebanyak 13 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dari berbagai desa dan kelurahan turut ambil bagian dalam lomba yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kelurahan Situbatu. Dalam ajang ini, dua perwakilan dari Desa Neglasari sukses mengharumkan nama wilayahnya.
DKM XII Al Hikmah dari Dusun Cikapundung RT 36 RW 18 meraih Juara 2 berkat penampilan memukau yang menonjolkan kekompakan dan semangat syiar Islam. Sementara itu, DKM VI Al Hidayah dari Dusun Warungbuah RT 19 RW 10 juga menorehkan prestasi dengan meraih Juara Harapan 2.
Adapun Juara 1 diraih oleh DKM dari Kelurahan Situbatu, yang juga menjadi tuan rumah dalam kegiatan tersebut.
Tak sekadar menjadi ajang kompetisi, lomba ini menjadi wadah silaturahmi antar Majelis Taklim serta sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan kecintaan masyarakat terhadap sholawat sebagai bagian dari tradisi keislaman menyambut tahun baru Hijriyah.
Kepala Desa Neglasari, Setiaman, mengungkapkan rasa bangganya atas prestasi yang ditorehkan warganya. Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan tersebut.
“Alhamdulillah, ini adalah kebanggaan besar bagi Desa Neglasari. Semangat kebersamaan dan kecintaan warga terhadap syiar Islam melalui sholawat benar-benar luar biasa. Terima kasih kepada semua anggota majelis taklim, para pembina, serta masyarakat yang telah mendukung penuh,” ujar Setiaman.
Lebih lanjut, Setiaman menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda agar semakin mencintai nilai-nilai Islam.
“Semangat ini harus terus hidup, tidak hanya saat lomba berlangsung, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sholawat adalah wujud cinta kepada Nabi Muhammad SAW, dan ini menjadi bagian dari pembangunan masyarakat yang religius dan harmonis,” tambahnya.
Ia juga berharap bahwa pencapaian ini dapat menjadi titik tolak bagi kemajuan spiritual dan sosial masyarakat desa.
“Keberhasilan ini jangan hanya menjadi pencapaian sesaat. Mari jadikan ini sebagai motivasi bagi DKM lainnya di Desa Neglasari untuk terus meningkatkan pembinaan keagamaan dan memperkuat kebersamaan umat,” pungkas Setiaman.
Masyarakat pun menyambut prestasi ini dengan antusias. Sejumlah tokoh berharap kegiatan serupa dapat rutin diselenggarakan sebagai upaya memperkuat karakter religius dan membina generasi muda yang cinta terhadap syiar Islam.
“Semoga generasi muda semakin mencintai sholawat dan nilai-nilai keislaman terus tumbuh dan mewarnai kehidupan masyarakat Desa Neglasari,” tutur salah satu tokoh masyarakat setempat. (Joe)






