PANGANDARAN, LingkarJabar – Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wonoharjo, Kecamatan Pangandaran, menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada Selasa (4/11/2025) di Aula Desa Wonoharjo. Agenda utama rapat tersebut membahas kesepakatan terkait pinjaman dan dukungan pengembalian pinjaman bagi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Wonoharjo.
Ketua BPD Wonoharjo, Mujiono, menyampaikan bahwa hasil Musdesus menetapkan dukungan pinjaman kepada koperasi maksimal sebesar 30 persen dari pagu Dana Desa. Kebijakan ini mengacu pada Permendes PDTT Nomor 10 Tahun 2025 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Dana Desa.
“Kesepakatan ini kami ambil agar seluruh kegiatan berjalan sesuai regulasi dan menjaga keberlanjutan keuangan desa,” ujar Mujiono.
Ia menambahkan, pihaknya bersama pemerintah desa, pengurus koperasi, dan unsur masyarakat berkomitmen untuk menggunakan dana pinjaman secara produktif. Selain itu, pengembalian dana juga akan diawasi ketat agar tepat waktu demi memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Sementara itu, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Wonoharjo, Wahyu Hidayat, menjelaskan bahwa pihaknya hanya akan menggunakan sekitar 5 persen dari total pagu Dana Desa sebagai penyertaan modal koperasi.
“Dengan 5 persen saja sudah cukup untuk tahap awal. Koperasi ini masih baru dan sedang membangun arah bisnisnya, jadi risiko perlu dikendalikan,” jelas Wahyu.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat, PT Agrinas akan mendirikan Gerai KDMP Wonoharjo sebagai pusat layanan dan penguatan usaha koperasi. Dana penyertaan tersebut akan difokuskan pada empat unit usaha produktif, yaitu toko sembako dan LPG 3 kg, penjualan pupuk, serta layanan simpan pinjam bagi warga.
Di sisi lain, Kepala Desa Wonoharjo, Dede Suprapto, menegaskan kesiapan pemerintah desa untuk mempercepat operasional koperasi agar segera berfungsi secara optimal.
“Kita ingin Koperasi Merah Putih segera eksen dan menjadi penggerak ekonomi desa. Pemerintah desa juga mendorong agar proses pinjaman ke Bank Himbara bisa segera terealisasi,” ungkap Dede.
Ia berharap keberadaan KDMP Wonoharjo dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan memperkuat semangat gotong royong melalui gerakan koperasi.
“Dengan semangat kebersamaan, kita ingin koperasi menjadi pilar utama kemandirian ekonomi desa,” pungkasnya. (Agus Giantoro)






