BANJAR, LingkarJabar — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Banjar terus memperkuat edukasi politik bagi generasi muda melalui program unggulan Teropong Pemilu. Kali ini, giliran SMK Bhakti Kencana Banjar yang menjadi lokasi kegiatan sosialisasi, Rabu 23 Juli 2025, dengan tujuan menanamkan kesadaran politik dan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada pemilih pemula.
Puluhan siswa dari SMK Bhakti Kencana tampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di halaman sekolah tersebut. Mereka mendapatkan pemahaman tentang pentingnya peran pemilih dalam menjaga integritas demokrasi, bahaya politik uang, serta urgensi memahami visi dan misi calon sebelum menentukan pilihan.
Ketua Bawaslu Kota Banjar, Rudi Ilham Ginajar, dalam sambutannya menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam membentuk masa depan bangsa. “Generasi muda jangan hanya jadi penonton, tapi harus aktif dan cerdas. Kami datang ke sekolah-sekolah untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini,” ujarnya.
Rudi juga menyampaikan bahwa melalui program Teropong Pemilu, pihaknya ingin membekali pelajar dengan wawasan kepemiluan yang memadai agar mereka mampu menjadi pemilih yang kritis dan berintegritas. “Kami berharap kegiatan ini mampu menciptakan generasi pemilih yang cerdas, logis, dan memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi,” tambahnya.
Menurutnya, meskipun saat ini bukan masa tahapan pemilu, Bawaslu Kota Banjar tetap aktif menjalankan program pendidikan politik dengan menyasar para pemilih pemula. Hal ini dilakukan sebagai langkah strategis dalam membangun ekosistem demokrasi yang kokoh dan berkelanjutan.
“Momen ini sangat strategis untuk memperkuat pemahaman politik generasi muda. Harapan kami, menjelang Pemilu 2029, partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu meningkat, dan pemilih pemula lebih bijak dalam menentukan pilihan secara rasional,” tegasnya.
Kepala SMK Bhakti Kencana menyambut baik inisiatif Bawaslu ini. Ia berharap para siswanya tidak hanya menjadi pemilih aktif, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif di lingkungan sekitar.
Program Teropong Pemilu merupakan salah satu inisiatif Bawaslu dalam menjangkau generasi Z—kelompok yang diproyeksikan menjadi pemilih dominan dalam pemilu mendatang. Dengan pendekatan interaktif dan edukatif, program ini diharapkan dapat membangun kesadaran politik sejak usia sekolah.
Tak hanya itu, program ini juga bertujuan untuk menangkal pengaruh negatif seperti politik uang dan penyebaran hoaks, serta meningkatkan kesadaran akan hak dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para siswa. Riska Ayu Lestari, siswi kelas XII Farmasi, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru. “Saya jadi paham kalau memilih itu bukan sekadar ikut-ikutan. Kita harus tahu visi-misi calon dan jangan tergoda janji atau uang. Ini penting buat masa depan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Dede Firmansyah dari jurusan Keperawatan mengatakan kegiatan ini membuatnya merasa dihargai sebagai bagian dari proses demokrasi. “Ternyata suara anak muda punya pengaruh besar. Sosialisasi ini bikin kami lebih percaya diri untuk berpartisipasi,” ucapnya.
Para siswa pun berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara rutin, tidak hanya menjelang pemilu, tetapi juga sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kewarganegaraan di sekolah.
Dengan langkah ini, Bawaslu Kota Banjar menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat. (Joe)






