Bogor, LingkarJabar – Anggota DPRD Kabupaten Bogor Edwin Sumarga dan H.Ading Ahmad Nazir menghadiri peringatan Hari Santri sekaligus peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tingkat Kecamatan Cigombong.kamis (22/10/2026)
Acara yang di pusatkan di Masjid Besar Al Aziim Desa Wates Jaya, kecamatan Cigombong kabupaten Bogor ini.selain dihadiri oleh anggota Dewan hadir pula Camat Cigombong R.E Irwan Somantri, ketua MUI kecamatan Cigombong, Kapolsek Cigombong, Danramil 0621-12 Cigombong, kepala KUA, ketua MWC NU kecamatan Cigombong, BKMT, Kepala Desa, Fatayat, Muslimat, KNPI, Banser, Ansor dan sejumlah tokoh agama dan santri santriwati
Dalam sambutannya, Camat Cigombong R.E Irwan Somantri menyampaikan apresiasinya dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada panitia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan yang mulia ini.
Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SWA sekaligus peringatan Hari Santri ini pengingatkan kita semua untuk terus meneladani akhlak mulia Rasulullah SAW—sifat kejujuran (shiddiq), kepercayaan (amanah), penyampaian (tabligh), dan kecerdasan (fathonah)—dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Di sisi lain, R.E Irwan Somantri mengatakan bahwa peringatan Hari Santri Nasional menjadi peneguh peran santri dan pondok pesantren sebagai pilar utama penjaga moral bangsa, benteng keagamaan, serta motor penggerak kemajuan daerah dan negara. Santri tidak hanya menjaga tradisi keagamaan yang luhur, tetapi juga harus siap menjadi generasi adaptif, berintegritas, dan pemimpin masa depan.
Melalui gabungan dua peringatan ini, R.E Irwan Somantri mengajak masyarakat untuk lebih memperkuat ukhuwah islamiyah, wathoniyah, dan insaniyah di wilayah Kecamatan Cigombong serta menjaga kerukunan, ketertiban, dan kebersamaan. ucap Camat Cigombong R.E Irwan Somantri
Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Edwin Sumarga Menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri 2026 harus menjadi momentum untuk meneguhkan Khittah kebangsaan.menjadikan agama sebagai sumber nilai nasionalisme sebagai komitmen bersama, dan kemanusiaan sebagai orientasi pengabdian.tantangan bangsa tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengenang sejarah, tetapi membutuhkan keberanian meneruskan semangat perjuangan melalui tindakan nyata.
Edwin juga menyampaikan bahwa santri harus tetap berakar pada tradisi, teguh menjaga persatuan,kritis terhadap ketidakadilan, dan terbuka terhadap kemajuan.dan negara pun perlu memberikan ruang yang adil bagi pesantren untuk berkembang dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.
” Meneguhkan Khittah kebangsaan berarti merawat persaudaraan ditengah perbedaan, menjaga kekuasaan agar tetap tunduk pada konstitusi serta memastikan kemajuan bangsa menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.
Semangat kebangsaan harus terus menyala.menjaga Indonesia bukan hanya sebagai warisan perjuangan para pendahulu,melainkan sebagai amanah untuk di wujudkan menjadi rumah bersama yang damai, adik dan bermartabat menuju Indonesia Emas.Tutur Edwin Sumarga
Peringatan Hari Santri Sekaligus Maulid Nabi Besar Muhammad SWA ini juga di ramaikan dengan pawai dongdang yang di ramaikan dan diikuti perwakilan pondok pesantren, anak anak sekolah, BKMT dan perwakilan Desa.(Iy)






