BANJAR ,LingkarJabar – Forum Solidaritas Buruh Kota Banjar menggelar aksi solidaritas berupa doa bersama dan tabur bunga, Senin (15/6/2026) malam, di halaman parkir PT. APL untuk mengenang almarhum Nanda Kiki, pekerja PT Albasy Priangan Lestari (APL) yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja.
Kegiatan yang bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah itu menjadi momentum bagi kalangan buruh untuk menyampaikan keprihatinan sekaligus mendorong evaluasi menyeluruh terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), serta sistem kerja yang diterapkan perusahaan.
Perwakilan Forum Solidaritas Buruh Kota Banjar, Endang Suryanto, mengatakan pihaknya sejak awal telah mengingatkan pentingnya penerapan jam kerja yang sesuai ketentuan guna meminimalisasi risiko kecelakaan kerja.
Menurut Endang, insiden yang menimpa Nanda Kiki perlu menjadi perhatian seluruh pihak. Ia menilai perlu adanya evaluasi terhadap berbagai aspek yang berkaitan dengan keselamatan pekerja, termasuk potensi kelelahan akibat beban dan durasi kerja.
“Kami berharap kejadian ini menjadi pelajaran bersama agar tidak ada lagi pekerja yang menjadi korban. Keselamatan kerja harus menjadi prioritas utama bagi setiap perusahaan,” ujarnya.
Selain menggelar doa bersama dan tabur bunga, para buruh juga menyampaikan aspirasi agar pengawasan terhadap pelaksanaan ketenagakerjaan di Kota Banjar semakin ditingkatkan. Mereka mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi buruh, akademisi hingga masyarakat dalam mengawal implementasi aturan ketenagakerjaan.
Endang juga mengimbau para pekerja untuk berani menyampaikan keluhan apabila menemukan kondisi kerja yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan maupun kesehatan mereka.
“Kami membuka ruang bagi para pekerja untuk menyampaikan aspirasi. Tujuannya agar tercipta kondisi kerja yang aman, sehat, dan memberikan perlindungan yang layak bagi seluruh pekerja,” katanya.
Sementara itu, perwakilan SPM PT APL, Cecep Purnaman Danu, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan serikat buruh sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama pekerja. Menurutnya, insiden tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak terulang.
Ia menjelaskan bahwa pihak perusahaan telah melakukan penanganan terhadap korban saat insiden terjadi dan akan terus berkoordinasi dengan manajemen untuk memperkuat penerapan aspek keselamatan kerja.
“Kami akan mendorong peningkatan pengawasan terhadap K3 serta mengingatkan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan kerja oleh seluruh karyawan,” ujar Cecep.
Terkait sorotan mengenai sistem kerja yang berlaku, Cecep menyebut hal tersebut menjadi bagian dari evaluasi yang akan dibahas lebih lanjut bersama manajemen perusahaan.
Menurutnya, setiap kebijakan harus mempertimbangkan keselamatan pekerja sekaligus kebutuhan operasional perusahaan.
Aksi solidaritas yang berlangsung di depan area perusahaan tersebut berjalan aman dan tertib dengan pengamanan dari aparat kepolisian.
Melalui kegiatan itu, para peserta berharap tragedi yang menimpa Nanda Kiki menjadi pengingat pentingnya budaya keselamatan kerja di setiap lingkungan industri.
Selain sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, kegiatan tersebut juga menjadi seruan bersama agar seluruh pihak meningkatkan komitmen terhadap perlindungan tenaga kerja sehingga kecelakaan kerja yang berakibat fatal dapat dicegah di masa mendatang. (Johan Wijaya)






