Berita  

Mobil Dinas Z 18 X Viral Usai Diduga Tabrak Pickup Warga di Rajapolah

 

BANJAR, LingkarJabar – Viral di media sosial, sebuah kendaraan dinas Pemerintah Kota Banjar bernomor polisi Z 18 X diduga terlibat insiden tabrak lari terhadap kendaraan warga di kawasan setelah Flyover Rajapolah, Kamis (14/5/2026) sore. Kasus ini kini mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Banjar, Sudarsono.

Korban, Muhamad Suqron Hasan, mengatakan insiden bermula saat dirinya bersama dua kendaraan pickup lain baru pulang dari Jakarta menuju arah Banjarsari. Ketiga kendaraan sebelumnya digunakan mengangkut kambing dan saat kejadian dalam kondisi kosong.

Menurut Suqron, kendaraan dinas tersebut datang dari arah belakang sambil membunyikan rotator atau sirene jalanan sebelum akhirnya mencoba menyalip iring-iringan pickup.
“Dia datang dari belakang pakai bunyi-bunyian seperti rotator,” ujar Suqron.

Sesaat setelah melewati kawasan jembatan dekat Flyover Rajapolah, kendaraan tersebut diduga menabrak bagian belakang pickup milik Suqron hingga mobilnya terdorong ke depan.
“Pas di dekat lampu merah, mobil saya ditabrak dari belakang sampai geser,” katanya.

Ia mengaku sempat meminta pengemudi kendaraan itu berhenti. Namun kendaraan tersebut justru terus melaju. Suqron akhirnya merekam video sambil mengejar kendaraan itu sejauh kurang lebih tiga hingga empat kilometer.

“Saya suruh berhenti tapi tidak berhenti. Akhirnya saya video,” ungkapnya.

Meski kerusakan pada kendaraan miliknya tidak terlalu besar, Suqron menilai tindakan meninggalkan lokasi usai benturan menjadi hal yang disayangkan. Ia juga mempertanyakan penggunaan rotator pada kendaraan tersebut karena menurutnya tidak sedang dalam pengawalan resmi maupun kondisi darurat.

“Kalau memang pengawalan resmi kita pasti mengalah. Tapi ini bukan iring-iringan,” ujarnya.

Video kejadian tersebut kemudian viral di media sosial dan memunculkan berbagai reaksi masyarakat. Sorotan publik tidak hanya tertuju pada dugaan tabrak lari, tetapi juga pada penggunaan fasilitas kendaraan dinas di jalan raya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Banjar Sudarsono mengaku telah menerima laporan dan video kejadian. Namun ia menegaskan belum akan mengambil kesimpulan sebelum meminta klarifikasi dari pihak yang menggunakan kendaraan tersebut.

“Informasi yang masuk ke saya, termasuk video-videonya sudah ada. Jadi saya belum bisa memberikan statement apa pun sebelum kita panggil yang menggunakan mobil tersebut,” katanya.

Sudarsono menyebut kendaraan itu merupakan kendaraan dinas milik Dinas Arsip Kota Banjar. Ia memastikan pemerintah akan melakukan penelusuran sebelum menentukan langkah lanjutan.

“Nanti saya tanya dulu yang membawa, kepala dinasnya atau hanya menjemput. Baru nanti kita sikapi,” ucapnya.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi awal yang diterimanya, kendaraan tersebut disebut baru kembali dari Bandung menuju Banjar.

“Kalau nggak salah dari Bandung ke Banjar. Katanya habis menjemput anaknya,” katanya.

Saat ditanya kemungkinan sanksi, Sudarsono menyatakan pihaknya masih menunggu hasil klarifikasi dan pemanggilan pihak terkait.

“Belum, nanti kita lihat dulu. Besok hari Jumat sore mungkin saya bisa kasih tahu lagi,” pungkasnya. (Johan Wijaya)