Sukabumi, Lingkar Jabar – Jalan Alternatif Jilegong, Nagrak Sukabumi, kembali memakan korban. Sedikitnya lima pengendara sepeda motor terjatuh akibat kondisi jalan yang becek dan dipenuhi tanah diduga berasal dari aktivitas proyek Tol Bocimi Seksi 3, Rabu (pagi) sekitar pukul 05.20 WIB. 25/02/2026
Insiden terjadi usai hujan mengguyur wilayah tersebut pada malam harinya. Tanah merah yang menempel dan tercecer di badan jalan berubah menjadi lumpur licin, disebut-sebut berasal dari ban kendaraan pengangkut material proyek tol yang melintas tanpa pembersihan memadai.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, lima sepeda motor tergelincir dalam waktu berdekatan.
“Ada lima motor yang jatuh sekitar jam 05.20 pagi. Korbannya luka-luka, ada yang keseleo. Bahkan ada yang tidak bisa melanjutkan perjalanan dan akhirnya pulang kembali ke rumah,” ujar seorang warga.
Sejumlah korban mengalami luka ringan hingga cedera keseleo. Beruntung tidak ada laporan korban jiwa, namun peristiwa ini kembali memantik kemarahan warga. Mereka menilai pengelola proyek abai terhadap keselamatan masyarakat sekitar.
Kondisi jalan yang berubah menjadi lintasan lumpur setiap kali hujan turun disebut bukan kali pertama terjadi. Warga mengaku sudah berulang kali mengeluhkan tanah yang berserakan di badan jalan akibat lalu lalang truk pengangkut material proyek.
“Kalau sudah begini siapa yang mau bertanggung jawab? Jangan mereka yang untung, kami warga yang jadi korban,” keluh warga lainnya.
Warga mendesak pengawasan ketat dari pihak terkait, termasuk kontraktor proyek dan instansi pemerintah setempat, agar segera melakukan pembersihan rutin serta pengendalian material tanah yang keluar dari area proyek.
Keselamatan pengguna jalan, tegas warga, harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai proyek strategis justru berubah menjadi ancaman nyata bagi masyarakat yang setiap hari melintas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola proyek terkait insiden tersebut.






