PANGANDARAN, LingkarJabar – Mantan Bupati Pangandaran dua periode, Jeje Wiradinata, kembali menjadi sorotan publik. Sosoknya dinilai memiliki peran besar dalam membangun fondasi kemajuan Kabupaten Pangandaran, terutama di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
Tokoh masyarakat Padaherang, Sobirin, menyebutkan bahwa selama kepemimpinan Jeje, berbagai program pembangunan berjalan nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jalan antar kecamatan diperbaiki dan diperlebar, jembatan strategis dibangun, serta fasilitas publik seperti RSUD Pandega, gedung pemerintahan, dan sarana pendidikan meningkat pesat,” ujar Sobirin melalui pesan WhatsApp, Rabu (29/10/2025).
Sobirin, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PD IGRA Kabupaten Pangandaran sekaligus Kepala RA Al-Bayyam, menilai Jeje merupakan sosok pemimpin yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Beliau tidak sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Program pendidikan, layanan kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu, serta pemberdayaan ekonomi menjadi prioritas utama selama menjabat. Bapak Jeje layak disebut sebagai Bapak Pembangunan Pangandaran,” tuturnya.
Lebih lanjut, Sobirin menambahkan bahwa semangat pembangunan yang diwariskan Jeje menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah.
“Sejak awal berdirinya kabupaten, beliau memimpin dengan semangat gotong royong. Kini masyarakat dapat menikmati hasilnya — mulai dari infrastruktur, pariwisata, hingga pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.
Di bawah kepemimpinan Jeje, Pangandaran berkembang pesat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Berbagai inovasi dilakukan, mulai dari penataan kawasan pantai, pengembangan tata ruang kota, hingga penguatan sektor pariwisata berkelanjutan.
“Meski kini tidak lagi menjabat, semangat pengabdian beliau masih terasa dalam setiap langkah pembangunan daerah. Banyak pihak menilai gelar Bapak Pembangunan Pangandaran pantas disematkan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan karya nyatanya,” pungkas Sobirin. (Agus Giantoro)






