PANGANDARAN, LingkarJabar – Menyikapi perkembangan situasi nasional yang diwarnai aksi demonstrasi dari kalangan mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online, hingga pelajar, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Pangandaran angkat suara.
Wakil Ketua II Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) MPC Pemuda Pancasila Pangandaran, Andriana Mulya, menegaskan bahwa aksi unjuk rasa merupakan hak demokrasi rakyat. Namun, ia menyoroti adanya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang menunggangi aksi tersebut hingga berujung ricuh bahkan menimbulkan korban jiwa.
“Kami melihat ada oknum yang menunggangi aksi hingga menimbulkan kericuhan. Padahal, banyak peserta aksi yang sebenarnya ingin menyampaikan aspirasi secara damai,” ujarnya, Selasa 16 September 2025.
Andriana mengapresiasi langkah cepat dan tegas yang dilakukan jajaran kepolisian di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mengendalikan situasi. Menurutnya, aparat berhasil mengungkap para pelaku anarkis yang bukan bagian dari massa penyampai aspirasi.
“Kami mendukung penuh langkah Polri. Berkat kesigapan aparat, kondisi kembali kondusif,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap Polri semakin meningkatkan kesiapan personel dalam mengawal aksi unjuk rasa dengan tetap menjunjung tinggi aturan dan nilai-nilai hak asasi manusia.
Tak hanya itu, Andriana juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.
“Jangan mau diadu domba oleh pihak yang ingin merusak Indonesia,” tegasnya. (Agus Giantoro)






