BANJAR, LingkarJabar – Kasus penganiayaan terhadap tokoh masyarakat Kota Banjar yang juga mantan pejabat di lingkungan Pemkot Banjar, Agus Nugraha, akhirnya terungkap. Pria yang diduga menjadi pelaku ternyata bukan lagi anggota aktif militer, melainkan seorang purnawirawan TNI.
Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Jumat 12 September 2025 sekitar pukul 09.00 WIB di Lingkungan Sukarame, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar.
Agus menceritakan kronologi kejadian yang menimpanya. sebelum insiden, ia berniat menanyakan soal pohon kayu yang berada dekat kolam miliknya di Desa Balokang.
Pohon tersebut berdekatan dengan kolam milik seorang warga bernama Udo. Karena hendak membangun kolam pemancingan, Agus bersama pekerjanya, Dadang, mendatangi rumah Udo untuk meminta kepastian terkait pohon itu.
“Pak Udo bilang pohonnya tidak akan ditebang atau dijual. Karena tidak ada titik temu, saya dan Dadang memutuskan pulang,” tutur Agus saat ditemui di kediamannya, Minggu 14 September 2025,
Namun tak lama berselang, seorang pria tiba-tiba datang dan langsung menganiaya Agus hingga mengalami luka lebam dan lecet di sekujur tubuh. “Pelaku memukul saya. Saya tidak tahu datangnya dari arah mana,” ujarnya.
Tak hanya itu, pelaku juga mengancam sambil menyebut akan membawa golok, bahkan melontarkan ucapan bernada rasis. Merasa terancam, Agus dan Dadang segera meninggalkan lokasi.
Belakangan diketahui, dari keterangan warga, pelaku bernama Purba yang disebut sebagai tentara. Agus sempat melaporkan kasus ini ke Subdenpom. Namun hasil penelusuran menyatakan pelaku sudah tidak lagi berdinas dan berstatus purnawirawan TNI.
“Setelah dapat kepastian dari Denpom bahwa pelaku sudah pensiun, saya langsung melapor ke Polsek Banjar. Saya juga sudah divisum untuk melengkapi laporan,” jelas Agus.
Agus berharap kasus yang menimpanya dapat diproses sesuai hukum yang berlaku. “Saya serahkan semuanya pada pihak kepolisian,” pungkasnya.
Sementara itu Kapolsek Banjar AKP Yudi Ristiyanto saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp mengatakan, hari Jumat kemarin beliau sudah ke Polsek lalu diantar untuk periksa ke dokter dan buat visum. “Kalo laporan Resmi katanya besok senin beliau mau ke Polsek,” katanya. (Johan Wijaya)






