LingkarJabar – Harapan belum dapat diwujudkan.Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina atau UN RWA memperingatkan bahwa warga di jalur Gaza terancam kematian akibat kekurangan air bersih yang makin parah.
Krisis ini terjadi sejak intensifikasi serangan zionis dan blokade bahan bakar yang dimulai pada Maret lalu yang dinonaktifkan oleh serangan militer Zionis hingga memperburuk krisis air di wilayah itu. Kemampuan lembaga tersebut untuk mendistribusikan air menurun drastis, hanya setengah dari kapasitas yang tersedia saat gencatan senjata terakhir sebelum dibatalkan oleh Zionis pada pertengahan Maret.
Upaya Zionis untuk menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan seperti obat-obatan, makanan, dan bahan bakar hingga menghancurkan infrastruktur air merupakan tindakan yang sangat kejam dan tidak berperi kemanusiaan.Inilah yang disebut sebagai bom sunyi.
Perlakuan Zionis yang biadab memperlakukan manusia seperti hewan dan yang lebih menyakitkan,PBB yang diharapkan mampu menciptakan keamanan dunia nyatanya mandul di bawah kepentingan negara adidaya Amerika Serikat.Visi Misi menciptakan perdamaian dunia hanya hisapan jempol belaka.
Penjajahan dan genosida yang masih menimpa saudara muslim kita di Gaza telah memaksa miliaran umat manusia di dunia bersuara dan memperjuangkan mereka,suara pembebasan Palestina terus menggema.Bahkan suara pembebasan Palestina dengan jihad fisabilillah semakin nyaring terdengar.
Sebab jihad adalah satu-satunya solusi yang tercantum dengan sangat jelas dalam Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa taala berfirman, Auzubillahiminasyaitanirrajim. Waqtil fiilillahilladina yuqatilunakum wala ta’tadu innallaha laa yuhibbul mutadin waqtuluhum haitsu tqiftumuhum wa akhrijuhum min haitsu akhrojukum.Artinya,dan perangilah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampaui batas.
Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.Al- Quran surah Al- Baqarah ayat 190.Umat Islam pada awalnya sempat bingung menghadapi kesombongan Zionis yang didukung penuh oleh Amerika Serikat demi kepentingan strategisnya di Timur Tengah.
Walau semua tahu bahwa Zionis memang tidak layak menempati Palestina.Zionis adalah pencuri yang tak tau malu dan percaya diri untuk menempati Palestina,hal itu karena mereka mempunyai dukungan penuh dari Amerika Serikat.Namun meletusnya Badai Al-Aqso telah menggugurkan ilusi tentang normalisasi dan hidup berdampingan dengan entitas penjajah tersebut.
Peristiwa ini membuka mata umat bahwa tidak ada perdamaian sejati dengan penjajah yang terus menumpahkan darah dan merampas tanah kaum muslimin.Kini perjuangan rakyat Palestina kembali kepada jalurnya yang hakiki, yakni perlawanan terhadap penjajahan. Bahkan ini menjadi seruan bagi seluruh umat Islam yang masih memiliki kehormatan untuk bersatu dan mencabut entitas Zionis dari akar-akarnya.
Rintangan Kemerdekaan Palestina
Namun bukan tanpa kendala. Upaya persatuan umat Islam dihadang oleh kekuatan kapitalis global dari Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya bahkan oleh penguasa negeri-negeri muslim sendiri.Perlu kita sadari bahwa tidak ada satupun pemimpin di negeri-negeri muslim yang benar-benar berdiri membela Palestina dengan tegas dan penuh keberanian.Para pemimpin negara-negara Arab tak ubahnya seperti dekorasi dan boneka kolonialisme yang tidak memiliki kehendak politik independen, apalagi keberanian untuk melawan kehendak penjajah.
Penolakan mereka terhadap penggusuran penduduk Gaza hanya sebatas formalitas untuk menjaga citra tanpa menyalahi kepentingan tuan mereka, Amerika Serikat. Sejak runtuhnya khilafah pada 1924, umat Islam kehilangan kepemimpinan tunggal.Hukum syariat dan kehormatan sebagai umat terbaik.
Kekosongan ini dimanfaatkan Barat untuk membagi wilayah kaum muslimin melalui perjanjian spiket menjadi lebih dari 50 negara lemah yang dipimpin antek-antek penjajah. Negara-negara ini dirancang agar gagal secara politik, ekonomi, dan budaya terjebak dalam konflik dan ketergantungan.
Satu-satunya keberhasilan mereka hanyalah dalam melayani kepentingan penjajah.Sementara kekayaan umat terus dieksploitasi demi keuntungan asing.
Solusi fundamental untuk Palestina
Umat Islam harus menyadari bahwa kekuatan besar sebenarnya telah tersimpan dalam diri mereka karena mereka memiliki ideologi Islam yang bersumber dari sang pencipta Allah Subhanahu wa taala. Ideologi inilah yang akan mengalahkan ideologi kapitalisme yang batil.Kunci keberhasilan umat terletak pada kesatuan umat di bawah panji Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah.Syariat Islam yang menyeluruh telah mewajibkan kita untuk melaksanakan syar’iatnya seperti yang telah di contokan oleh Rosulullah untuk bersatu seluruh umat agar terwujud persatuan di baeah kepemimpinan yang satu, pelindung sejati umat Islam, tempat bernaungnya kehormatan, kekuatan, dan kedaulatan.
Pembebasan Palestina di masa Khalifah Umar bin Khattab dan Salahuddin al-Ayyubi bukan sekedar kemenangan militer, melainkan bagian dari misi besar khilafah untuk menyebarkan Islam dan membebaskan tanah suci dari penjajahan.Sebagai bentuk pembebasan hakiki, langkah utama yang harus diambil adalah membebaskan Palestina melalui jihad serta menyatakan kepada dunia bahwa umat Islam telah kembali memegang kendali atas urusannya sendiri. Ini menjadi tanda kembalinya otoritas dan kehendak politik umat serta kesiapan untuk kembali mengemban risalah Islam ke seluruh penjuru dunia. Risalah agung yang dahulu bersinar dari Palestina dan kini harus digaungkan kembali untuk seluruh kaum muslimin termasuk di Mesir dan negeri-negeri Islam lainnya. Umat harus menyerukan Islam sebagai solusi atas seluruh persoalan umat termasuk sebagaimana yang pernah dicontohkan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
Penulis : Cucu
(Pegiat Literasi)






