Berita  

39 Pelanggan PDAM Tirta Anom Raih Penghargaan, Pemkot Banjar Siapkan Revitalisasi Jaringan

39 Pelanggan PDAM Tirta Anom Raih Penghargaan, Pemkot Banjar Siapkan Revitalisasi Jaringan. Foto: Johan Wijaya/LJ

BANJAR, LingkarJabar – Pemerintah Kota Banjar melalui Perumda Air Minum Tirta Anom memberikan apresiasi kepada 39 pelanggan teladan atas peran aktif mereka dalam mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan perusahaan daerah tersebut.

Penghargaan diserahkan kepada pelanggan yang dinilai berkontribusi nyata, terutama dalam menjaga ketertiban pembayaran rekening air serta pemanfaatan layanan PDAM secara optimal.

Wali Kota Banjar, H. Sudarsono, mengatakan program penghargaan ini merupakan bentuk motivasi sekaligus apresiasi kepada pelanggan yang konsisten mendukung kinerja PDAM, khususnya melalui pembayaran tepat waktu.

“Di akhir tahun ini PDAM memberikan reward kepada pelanggan yang turut membantu proses tumbuh kembang PDAM. Salah satunya pelanggan yang selalu membayar tepat waktu, yakni antara tanggal 1 sampai 5 setiap bulan,” ujar Sudarsono kepada awak media, Senin (22/12/2025).

Selain pelanggan tertib bayar, penghargaan juga diberikan kepada pelanggan dengan tingkat pemakaian air tertinggi, pelanggan air tangki, serta para kolektor yang dinilai aktif membantu sosialisasi program dan layanan PDAM kepada masyarakat.

Secara keseluruhan, penerima penghargaan berjumlah 39 orang yang terdiri dari pelanggan air minum, pelanggan air tangki, serta lima kolektor terbaik. Proses penilaian dilakukan berdasarkan data pembayaran, termasuk transaksi non-tunai yang kini menjadi metode pembayaran terbanyak.

“Pembayaran online justru paling dominan dan tercatat rapi. Jadi seluruh pelanggan yang membayar antara tanggal 1 sampai 5 setiap bulan memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan penghargaan,” jelas Sudarsono.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menegaskan komitmen Pemkot Banjar untuk terus mendorong pengembangan PDAM Tirta Anom. Salah satu fokus utama ke depan adalah revitalisasi jaringan pipa induk guna menekan tingkat kebocoran dan meningkatkan tekanan air ke pelanggan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan PSDAP untuk mengkaji potensi pengembangan PDAM. Jalur pipa induk harus dibenahi terlebih dahulu agar kebocoran dapat ditekan seminimal mungkin dan tekanan air bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Menurut Sudarsono, total kebutuhan anggaran untuk revitalisasi jaringan PDAM diperkirakan mencapai Rp71 miliar dan akan dilaksanakan secara bertahap. Pemkot Banjar juga membuka opsi pembiayaan melalui perbankan agar proses perbaikan dapat dipercepat.

“Jika hanya mengandalkan kemampuan PDAM saat ini, mungkin 20 tahun belum tentu selesai. Namun dengan perhitungan ekonomi dan potensi pendapatan PDAM, diharapkan dalam waktu di bawah 10 tahun program ini bisa terealisasi,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Anom, E. Fitrah Nurkamilah, menegaskan bahwa rencana revitalisasi harus melalui kajian teknis dan finansial yang matang dari PSDAP.

“Kami sebagai operator tentu harus mengikuti hasil kajian. Pengembangan atau ekspansi harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan PDAM. Kendala utama saat ini masih pada keterbatasan anggaran untuk revitalisasi jaringan distribusi utama,” ujarnya.

Meski demikian, manajemen Perumda Tirta Anom tetap optimistis kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat akan terus meningkat seiring dengan upaya pengajuan bantuan ke pemerintah pusat dan provinsi serta perbaikan kondisi keuangan perusahaan daerah tersebut. (Johan Wijaya)