PANGANDARAN. LingkarJabar – Dunia Pendidikan di Kabupaten Pangandaran, khususnya di tingkat Sekolah Dasar, tengah digegerkan oleh aksi penipuan yang dilakukan oleh oknum guru gadungan. Pelaku berpura-pura menjadi guru baru dan memanfaatkan kelengahan sekolah untuk meminta perhiasan yang dikenakan oleh para siswa, terutama siswi, yang kemudian dibawa kabur.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran, Darso, saat dimintai keterangan menyebutkan bahwa aksi ini terjadi di beberapa sekolah di wilayah Kecamatan Kalipucang dan Pangandaran. Pelaku, mengaku sebagai guru baru dan mendekati siswa untuk mengambil perhiasan mereka, terutama perhiasan emas.
“Aksi mereka, diduga dilakukan pada pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai, atau saat jam istirahat,” ungkap Darso.
Informasi ini diperoleh dari para korban dan juga keluhan para orang tua siswa yang merasa resah atas kejadian tersebut.
Menanggapi hal ini, Darso menyebutkan, bahwa seluruh guru di Pangandaran agar lebih waspada dan meningkatkan pengawasan terhadap para peserta didik, terutama siswi, yang kerap mengenakan perhiasan emas.
“Berdasarkan informasi dari pihak sekolah dan orang tua, kami menduga para pelaku ini merupakan kelompok terorganisir. Aksi mereka dilakukan secara serempak di beberapa sekolah, bukan oleh satu orang saja,” tegasnya.
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Darso mengimbau kepada seluruh kepala satuan Pendidikan dengan adanya modus penipuan baru agar segera menindak lanjuti hal sebagai berikut :
1. Kepala sekolah dan guru wajib hadir ke sekolah lebih awal
2. Untuk sementara peserta didik dilarang memakai/mengenakan perhiasan ke sekolah
3. Kepala sekolah dan guru lebih fokus memperhatikan peserta didik selama berada di sekolah dari mulai peserta didik datang sampai pulang dari sekolah
4. Orang tua yang mengantar tidak diperkenankan masuk ke lingkungan sekolah (cukup sampai gerbang sekolah). (Ntang)






