Berita  

Tayangan Demo Viral, Fitur Live TikTok Malah Jadi Korban

LingkarJabar – Fitur siaran langsung (live) di platform media sosial TikTok mendadak tidak bisa digunakan. Sejumlah pengguna mengeluhkan munculnya tulisan “Koneksi tidak stabil. Coba masuk live lagi”. Bahkan, ketika pengguna mencoba mencari siaran langsung lewat kolom pencarian, hasilnya kosong.

Gangguan ini terjadi di tengah maraknya aksi demonstrasi besar-besaran di sejumlah daerah. Kondisi tersebut memunculkan spekulasi bahwa masalah ini berkaitan dengan upaya pembatasan konten demo.

Sebelumnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa hal itu tidak ada kaitannya dengan penyensoran. Ia menjelaskan, kementeriannya memang tengah menjalin komunikasi dengan sejumlah platform media sosial, termasuk TikTok dan Meta, tetapi fokus pembicaraan adalah soal moderasi konten negatif.

“Enggak terkait dengan demo sebetulnya. Lebih konten moderasi aja, gitu. Itu sebenarnya sudah berjalan lama, jadi enggak terkait dengan demo-demo sih,” kata Nezar di Jakarta.

Menurutnya, konten moderasi mencakup penanganan konten judi online, disinformasi, hingga konten manipulatif yang dilarang undang-undang. Nezar menambahkan, platform digital sejauh ini cukup kooperatif dalam kerja sama tersebut.

Sebelumnya, Komdigi memang menyoroti maraknya tayangan provokatif terkait unjuk rasa di media sosial, khususnya TikTok. Pemerintah menilai, konten kerusuhan yang ditonton puluhan ribu pengguna berpotensi memprovokasi publik dan mengaburkan tujuan penyampaian aspirasi.

“Komdigi tidak bermaksud membungkam kebebasan berekspresi, tetapi meminta platform memiliki sistem yang mampu mendeteksi disinformasi dan konten manipulatif,” lanjut Nezar.

Sebagai langkah lanjutan, Komdigi mengaku sudah menghubungi sejumlah platform besar. Salah satunya Helena Lersch, Global Public Policy Director ByteDance—perusahaan induk TikTok—untuk membicarakan fenomena penyebaran disinformasi dan ujaran kebencian di ruang digital.  (Wahidin)