PANGANDARAN, LingkarJabar — Raut bahagia terpancar dari wajah Adi Ardiansyah (15), siswa kelas VII SMP asal Pangandaran, setelah berhasil menorehkan prestasi gemilang pada ajang Pekan Paralimpik Daerah (Pepaperda) IV Jawa Barat tingkat pelajar. Dalam kompetisi yang digelar di Kolam Renang Seskoad TNI AD, Bandung, pada 30 September hingga 1 Oktober 2025 tersebut, Adi tampil penuh semangat dan sukses menjadi juara cabang olahraga renang.
Bagi Adi, pencapaian ini merupakan pengalaman berharga sekaligus bukti bahwa semangat dan kerja keras mampu membawa hasil yang membanggakan.
“Saya senang sekali bisa ikut lomba dan jadi juara. Ini pengalaman yang tidak akan saya lupakan,” ujar Adi melalui pesan WhatsApp, Rabu 15 Oktober 2025.
Ajang Pepaperda IV Jawa Barat diikuti pelajar penyandang disabilitas dari berbagai kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para atlet muda difabel untuk menunjukkan kemampuan, sportivitas, dan semangat pantang menyerah di bidang olahraga.
Prestasi yang diraih Adi tak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga membawa nama harum bagi keluarga, sekolah, serta daerah asalnya. Pihak PKBM Brilliant turut memberikan apresiasi atas dedikasi dan semangat juang Adi yang dinilai mampu menginspirasi rekan-rekannya.
Sementara itu, Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Pangandaran, Wahyu Hidayah, menyampaikan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa proses menuju ajang Pepaperda bukanlah hal yang mudah, melainkan melalui perjuangan panjang dan latihan intensif.
“Perjalanan menuju event Pepaperda sangat luar biasa prosesnya. Tidak mudah mencetak atlet berprestasi, mulai dari latihan hingga pertandingan. Tapi hasilnya luar biasa, kami bisa membawa pulang medali perak dan perunggu,” tutur Wahyu dengan penuh rasa syukur.
Meskipun belum berhasil meraih medali emas, Wahyu tetap optimistis dan menjadikan hasil ini sebagai motivasi untuk ajang berikutnya. Ia berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Pangandaran dapat memberikan perhatian dan dukungan lebih besar dalam pembinaan atlet difabel.
“Harapan saya, semoga Pemda Pangandaran bisa membantu pembinaan atlet ke depan agar kami lebih siap dan mampu meraih medali emas di event berikutnya,” tambahnya.
Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa dengan semangat, ketekunan, dan dukungan pembinaan yang baik, atlet-atlet difabel asal Pangandaran mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional.






