PANGANDARAN, LingkarJabar – Salah satu pendiri Forum Diskusi Masyarakat Pangandaran (Fokus Mapan), Heru Ismu Kuntadi, menyampaikan keprihatinannya atas maraknya akun anonim atau akun bodong yang bermunculan di media sosial setiap kali ada momentum penting di Pangandaran.
Menurut Heru, keberadaan akun-akun tersebut tidak hanya merusak iklim diskusi publik, tetapi juga menciptakan suasana tidak sehat di tengah masyarakat.
“Setiap kali ada momentum penting di Pangandaran, selalu saja muncul akun-akun anonim yang kerjanya menyebarkan fitnah, hujatan, dan provokasi. Itu tanda pengecut, karena tidak berani bicara dengan identitas asli,” ujar Heru, Sabtu 13 September 2025 malam.
Heru menilai, kritik maupun masukan terhadap kebijakan daerah merupakan hal wajar dalam sistem demokrasi. Namun, ia menegaskan sebaiknya kritik disampaikan secara terbuka, elegan, serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Kalau memang punya niat baik untuk membangun Pangandaran, gunakanlah ruang publik secara sehat. Jangan merusak dengan cara-cara pengecut,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan Fokus Mapan berkomitmen untuk mendorong tumbuhnya budaya diskusi yang konstruktif dan mencerahkan.
Ia juga mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh akun-akun anonim. (Agus Giantoro)






