BOGOR,LINGKARJABAR, 11 September 2025 – Tim Pengabdian Universitas Djuanda yang diketuai oleh Dr. Anas Alhifni dengan anggota Dr. Ristika Handarini dan Bapak Muhammad Amin menyelenggarakan pelatihan bagi karyawan UMKM Byussel di Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong. Kegiatan ini difokuskan pada inovasi kemasan dan pengenalan teknologi sealing sebagai upaya meningkatkan daya saing produk keripik Byussel.
Pelatihan yang merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian Kemitraan Masyarakat Kemenristek/BRIN Tahun 2025 ini diisi oleh pemateri utama Bapak Muhammad Amin, yang memberikan penjelasan teknis mengenai fungsi dan manfaat mesin sealing, serta praktik langsung penggunaannya. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pentingnya inovasi desain kemasan agar produk lebih menarik dan mampu menjangkau segmen pasar yang lebih luas. Ketua tim pengabdi, Dr. Anas Alhifni, menjelaskan bahwa pengembangan kemasan dan pemanfaatan teknologi sederhana seperti sealing merupakan langkah penting bagi UMKM dalam meningkatkan kualitas produk. “Kemasan yang baik bukan hanya memperpanjang daya simpan, tetapi juga berperan dalam memperkuat citra merek dan meningkatkan nilai jual produk,” ujarnya.
Kegiatan ini disambut positif oleh para karyawan UMKM Byussel. Mereka menilai pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya pengemasan modern serta keterampilan teknis dalam menggunakan alat sealing. Dengan demikian, produk keripik Byussel diharapkan dapat semakin kompetitif di pasar lokal maupun regional. Melalui rangkaian program pengabdian ini, Tim Universitas Djuanda berharap UMKM Byussel mampu terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Cigombong dan sekitarnya.






