Berita  

Khawatirkan 3 Dimensi Kerawanan Pemilu, Bawaslu Kabupaten Sukabumi Ajak Semua Stakeholder Ikut Berpatisipasi Pemilu 2024

SUKABUMI,LJ – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sukabumi khawatirkan Indeks kerawanan pemilu 2024 pada kegiatan “Sosialisasi Deklarasi Damai Pemilihan Umum Serentak” tersebut yang digelar Aula Hotel Augusta, Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi, Jum’at, (2/6/2023).

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukabumi Teguh Hariyanto, M.PD mengatakan, berkaca dari pemilu-pemilu sebelumnya, Bawaslu Republik Indonesia terutama di Kabupaten Sukabumi. Pihaknya mencatat sejumlah hal penting yang dirangkum dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP).

” Bawaslu membagi 3 dimensi kerawanan pemilu yang berpotensi mengganggu atau menghambat proses pemilu yang demokratis dan damai yakni penyelenggaraan, kontestasi dan partisipasi dimensi penyelenggaraan terkait dengan pihak penyelenggara pemilu,” kata Teguh kepada awak media, Jum’at (2/6).

Ia juga memaparkan, dimensi kontestasi terkait para calon dari partai politik yang bersaing untuk mendapatkan kursi kekuasaan, sedangkan dimensi partisipasi berhubungan dengan keterlibatan masyarakat pemilih.

” Adapun kerawanan pemilu dalam tiga dimensi tersebut terjadi di berbagai wilayah Pilkada dengan indeks rendah, sedang, sampai tinggi, dan memiliki karakteristik kerawanan yang berbeda dan unik,” jelasnya.

Meskipun demikian, lanjut Teguh, dalam dimensi penyelenggaraan, Bawaslu mencatat tingginya kerawanan berkait-paut dengan aspek integritas dan profesionalitas, di mana pihak penyelenggara Pemilu tidak mampu menjaga netralitas, terjadi penyalahgunaan wewenang, serta daftar pemilih tetap (DPT) bermasalah.

“Sedangkan dalam dimensi kontestasi, kerawanan terjadi sejak pencalonan sampai konflik antarkontestan dan massa pendukung saat kampanye,” jelasnya.

Menurutnya, catatan Bawaslu, model-model kampanye hitam, politisasi SARA, dan politik uang mewarnai jalannya kontestasi Pemilu di Indonesia khususnya di Kabupaten Sukabumi. Dalam dimensi partisipasi, hak pilih yang tidak dipakai, kontrol masyarakat rendah, dan kekerasan terhadap pemilih berkontribusi besar terhadap kerawanan Pemilu.

” Maka dari itu kami mengajak dan mendorong masyarakat khususnya di Kabupaten Sukabumi untuk terlibat dalam pengawasan pemilu,”

” Kami juga sudah membentuk relawan pengawas Pemilu dan bekerja sama dengan semua stakeholders pemerintah maupun Organisasi Sosial Masyarakat, Adat dan Agama Untuk Ikut Berpartisipasi Dalam Pengawasan Pemilu,” pungkasnya.

Penulis : Jul