Berita  

Kembangkan Dunia Usaha, Batik Dahon Terus Berinovasi

Kembangkan Dunia Usaha, Batik Dahon Terus Berinovasi. Foto: Ntang/LJ

PANGANDARAN, LingkarJabar – Batik Dahon, salah satu batik khas asli dari Kabupaten Pangandaran, tepatnya di Desa Marga Cinta, Kecamatan Cijulang, kini siap bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Dalam proses pembuatannya, Batik Dahon menggunakan bahan alami sehingga menghasilkan produk yang unik dan berkualitas tinggi. Selain itu, teknik produksi yang diterapkan juga ramah lingkungan, menjadikannya pilihan yang semakin diminati.

Beginilah proses awal pembuatan Batik Dahon di Desa Marga Cinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami, Batik Dahon tampil istimewa dengan corak khas yang elegan. Tak heran jika keberadaannya menarik perhatian banyak pihak, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga wisatawan domestik dan mancanegara. Mereka datang untuk belajar dan berpartisipasi langsung dalam proses pembuatan batik ini, dari tahap awal hingga selesai.

Menurut Manager Pemasaran Batik Dahon, Resmi Karlina bahwa produk ini kini hadir dalam berbagai corak dan ukuran. Salah satu inovasi terbarunya adalah koleksi pakaian muslim, seperti gamis.

“Selain untuk pakaian pria dan wanita, Batik Dahon juga dikembangkan ke berbagai produk lainnya, seperti sepatu, topi, dan aksesori lainnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Resmi Karlina menambahkan bahwa Batik Dahon kini telah berhasil menembus pasar nasional dan mulai merambah ke pasar Asia Tenggara serta Eropa.

“Selama bulan Ramadan ini, permintaan Batik Dahon mengalami peningkatan hingga 50 persen dibandingkan sebelumnya,” ungkap Karlina.

Sementara itu, Batik Dahon asal Marga Cinta, Cijulang, Pangandaran, tidak hanya sukses di pasar nasional, tetapi juga semakin dikenal di Asia Tenggara dan Eropa. Selain harganya yang terjangkau, Batik Dahon juga dapat dipesan secara online melalui platform yang telah disiapkan oleh manajemen. (Ntang)