PANGANDARAN, LingkarJabar – Kapolres Pangandaran, AKBP Andri Kurniawan menghadiri rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Kabupaten Pangandaran. Kehadiran Kapolres bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam mempererat sinergi dengan ulama, santri, serta komunitas pesantren.
Kegiatan dimulai dengan upacara peringatan HSN di Alun-Alun Kecamatan Parigi pada Rabu 22 Oktober 2025 pukul 08.00–09.00 WIB. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, bertindak sebagai pembina upacara yang diikuti ribuan santri dan pimpinan pondok pesantren dari seluruh kecamatan di Pangandaran.
Dalam amanatnya, Bupati mengajak para santri untuk terus menjadi generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia juga menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga persatuan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Apel Kesetiaan dan Kirab Santri Kader NU yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Pangandaran mulai pukul 09.30 hingga 11.10 WIB. Acara yang dipimpin oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Pangandaran ini diikuti lebih dari 2.000 santri dengan semangat kebangsaan yang tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Pangandaran AKBP Dr. Andri Kurniawan menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi besar santri dan pesantren dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial di masyarakat.
“Santri memiliki peran penting sebagai pelopor perdamaian, penjaga nilai-nilai toleransi, dan penggerak moderasi beragama. Polri akan terus bersinergi dengan pesantren untuk menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, Polres Pangandaran menerapkan pola pengamanan terbuka dan tertutup yang dipimpin oleh Kabagops Polres Pangandaran, Kompol Subagja. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2025 ini, Polres Pangandaran menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kemitraan dengan pesantren dalam menjaga persatuan, kedamaian, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan era modern. (Agus Giantoro)






