Berita  

Dianggap Representasi Generasi Muda, Saidul Yusuf Muncul sebagai Harapan Baru PAW Cijalingan

 

Sukabumi, Lingkar Jabar — Muhammad Saidul Yusuf hadir sebagai salah satu calon dalam Pemilihan Antar Waktu (PAW) Kepala Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Dalam kesempatan penyampaiannya, ia menegaskan bahwa keikutsertaannya bukan demi jabatan, melainkan dorongan keluarga serta niat kuat untuk mengembangkan potensi desa secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Yusuf mengusung visi menghadirkan pemerintahan desa yang lebih responsif, adaptif, serta membuka ruang partisipasi masyarakat secara luas dan inklusif.

“Desa harus menjadi rumah bagi semua. Fokus utama saya adalah pelayanan yang cepat, transparan, dan dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya kepada awak media.

Selain menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik, Yusuf juga menegaskan kebutuhan untuk memperbaiki sistem pengelolaan anggaran desa agar lebih terbuka, akuntabel, dan mudah diakses berbagai elemen masyarakat.

Ia menilai bahwa kejelasan informasi terkait kelembagaan desa selama ini masih perlu diperbaiki. Karena itu, ia berkomitmen memastikan bahwa masyarakat dapat mengetahui, memantau, dan ikut andil dalam setiap program maupun proses perencanaan pembangunan desa.

Untuk mendorong kemandirian ekonomi warga, Muhammad Saidul Yusuf memprioritaskan program-program pembukaan lapangan kerja, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta menghidupkan kembali program padat karya.

“Warga Cijalingan memiliki banyak keterampilan. Pemerintah desa harus hadir memperkuat itu, mengembangkan keahlian-keahlian yang ada, dan memastikan ekonomi desa semakin kokoh,” tegasnya.

Dalam bidang sosial kemasyarakatan, Saidul berkomitmen meningkatkan kegiatan keagamaan, serta mendorong kegiatan olahraga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarkelompok masyarakat. Menurutnya, desa yang maju juga harus memiliki masyarakat yang guyub, rukun, dan saling mendukung.

Salah satu poin penting dari program Saidul adalah pelibatan menyeluruh. Ia menegaskan bahwa setiap langkah pembangunan harus dilakukan bersama para tokoh masyarakat, pemuda, ulama, perempuan, serta seluruh unsur warga.

“Saya ingin masyarakat dilibatkan, bukan sekadar menerima hasil. Desa ini milik kita bersama, dan kemajuan hanya bisa terwujud jika direncanakan bersama,” ungkapnya.

Di luar program yang ditawarkannya, beberapa warga menilai bahwa kehadiran Yusuf sebagai calon muda memberi energi baru dalam dinamika PAW Cijalingan. Mereka melihat peluang munculnya gagasan-gagasan segar yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi saat ini, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi, transparansi digital, dan pemberdayaan pemuda desa.

“Desa butuh pemimpin yang cepat bergerak, punya semangat baru, dan bisa mengikuti perkembangan zaman. Sosok muda seperti Pak Yusuf kami harapkan mampu menjawab tantangan itu,” ucap salah satu warga saat ditemui secara terpisah.

Kehadiran Yusuf sebagai calon PAW juga mendapat tanggapan dari Tokoh pemuda setempat, Pak Eeng, menilai komitmen Saidul terhadap transparansi merupakan hal yang sangat dibutuhkan.

“Kami butuh pemimpin yang dekat dengan warga dan mau mendengar. Apa yang disampaikan Pak Yusuf terasa relevan dengan kebutuhan desa sekarang,” ujarnya.

Berbagai tanggapan dan harapan warga ini menjadi catatan penting dalam dinamika PAW Desa Cijalingan. Proses ini diharapkan mampu menghadirkan pemimpin baru yang tidak hanya memiliki visi, tetapi juga kemauan kuat untuk bekerja bersama masyarakat demi perubahan yang nyata dan berkelanjutan.