Berita  

Gunung Salak Bergejolak.Pasca Aksi Demo, Pemkab Bogor Lakukan Pendataan Bangunan Di Lahan Garapan BSS

BOGOR, LingkarJabar, Pasca terjadinya aksi Demo oleh sejumlah masa beberapa hari lalu terkait lahan garapan Gunung Salak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, mulai melakukan pemetaan untuk penertiban bangunan liar (Bangli) yang berdiri di atas lahan kawasan Gunung Salak, Kabupaten Bogor.

Hal itu terungkap dalam Kegiatan sinkronisasi data antara desa dan BSS yang di fasilitasi kecamatan untuk penyelesaian persoalaan di lahan PT Bahana Sukma Sejahtera (BSS), yang di gelar di aula Kantor Kecamatan Cijeruk, Rabu (17/6/2026).

Nampak hadir dalam kegiatan yang di inisiasi oleh pihak kecamatan diantaranya, Kepala Pengamanan Aset PT BSS, Suhendar dan tiga kepala desa (Kades ) yakni Kades Cijeruk, Farhad, Kades Tanjungsari, Suherman dan Kades Tajurhalang, Saefudin serta Iwan pengawas lapang UPT Tata Bangunan Ciawi.

“Kehadiran saya karena di undang oleh kecamatan untuk mesinkronisasikan data villa liar dengan pihak desa, pihak kecamatan. Supaya datanya tepat sasaran,”jelas Suhendar kepada awak media

Di lanjutkanya, berdasarkan data yang dihimpun oleh BSS terdapat 200 bangunan liar yang berdiri bebas diatas lahan garapan di dua kecamatan yaitu Kecamatan Cijeruk dan Kecamatan Cigombong yang meliputi 10 desa. Rata-rata pemilik bangunan tersebut, sambungnya, berasal dari luar Bogor dengan berbagai latar belakang berbeda.

“Kalau data kita ada 200 lebih, dari mulai Tajur Halang Kecamatan Cijeruk dan Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, termasuk Jendral- Jendral,tapi bukan jendral saja ada juga katanya pejabat BPK,”sambungnya.

Ditempat sama, Amir Pol PP Kecamatan Cijeruk yang mewakili Camat Cijeruk, Moch Sobar Mansor menjelaskan bahwa, kegiatan itu merupakan agenda lanjutan dari pertemuan pada 10 Juni 2026 kemarin.

“Pak Camat tidak hadir karena ada acara Bupati. Kami sinkronisasi data tengah melakukan pendataan ulang kaitan bangunan liar yang ada di Cijeruk,”jelasnya singkat.

Sementara itu, Kades Tanjungsari, Suherman menambahkan bahwa, pertemuan itu untuk mencocokan data di lapangan. Pihaknya juga menerangkan, jika di Desa Tanjungsari terdapat lahan BSS seluas 20 hektar.

“Ada beberapa vila tapi tidak permanen rata-rata mereka itu rumah kebun. Sekarang kami tengah mendata dengan mencocokan dengan data BSS,”tukasnya (Iy)