BANJAR, LingkarJabar — Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Barat tidak hanya berperan sebagai fasilitator bantuan permodalan bagi petani jagung, tetapi juga aktif mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani melalui pendampingan teknis pertanian.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi dan edukasi langsung kepada kelompok tani jagung di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional. Kegiatan ini menekankan pentingnya pengelolaan lahan yang efektif dan berkelanjutan agar produktivitas pertanian meningkat secara nyata.
Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Fadly Samad menyampaikan bantuan yang disalurkan melalui Primkoppol Polda Jabar tidak berdiri sendiri, melainkan dibarengi dengan pembinaan dan pendampingan teknis agar petani mampu mengoptimalkan bantuan tersebut.
“Dalam minggu ini, secara bertahap ada 56 kelompok tani yang menerima pinjaman dari Primkoppol Polda Jabar dengan alokasi Rp10 juta per hektare. Namun yang lebih penting, kami juga memastikan petani memahami pola tanam yang lebih efisien,” ujar Fadly Samad didampingi Kabagbinkar AKBP Condro Sasongko, Selasa (10/2/2026).
Selain dukungan permodalan, Polda Jabar turut menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp20 juta yang dialokasikan untuk pengembangan Kampung Jagung dan pembangunan Tugu Jagung sebagai identitas kawasan sentra jagung di Nagreg. Bantuan lainnya berupa dua unit mesin pipil jagung serta benih jagung hibrida sebanyak 30 kilogram juga diberikan untuk menunjang proses pascapanen dan meningkatkan kualitas hasil produksi.
“Kami ingin petani tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga memiliki kemampuan teknis agar hasil panennya meningkat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, kelompok tani juga mendapat pembekalan metode “Culik Tanam”, yakni teknik penanaman ulang di sela tanaman utama melalui pruning atau rekrek pada usia tanaman sekitar 30 hari. Metode ini dinilai mampu mempercepat siklus tanam serta memaksimalkan pemanfaatan lahan.
“Dengan culik tanam, produktivitas lahan bisa ditingkatkan karena petani tidak perlu menunggu panen penuh untuk memulai penanaman berikutnya,” tambah Fadly.
Kelompok tani jagung di Kecamatan Nagreg pun menyambut positif program ini dan menargetkan perluasan areal tanam hingga 2.000 hektare pada tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan daerah dan nasional.
Fadly Samad menegaskan, Biro SDM Polda Jabar menjalankan empat skema utama dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional, mulai dari skema CSR tanpa bunga, pinjaman Primkoppol, fasilitasi KUR, hingga pemanfaatan lahan PTPN dan Perhutani melalui skema pinjam manfaat.
“Pendekatannya bukan hanya bantuan, tapi kolaborasi agar petani semakin mandiri dan produktif,” pungkasnya. (Johan Wijaya)






