Berita  

Buka Kembali Pasca Libur Lebaran, Samsat Cibadak di Serbu Ribuan Warga

 

SUKABUMI, LINGKAR JABAR – Samsat Cibadak kembali diserbu warga yang akan melakukan Pembayaran Kendaraan Bermotor (PKB) selepas libur Idul Fitri 1446 H, Pada Hari Rabu 09/4/2025.

Penyebab dari antusiasnya masyarakat untuk membayar pajak atas kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) yang resmi memberlakukan penghapusan atau pembebasan tunggakan atas pokok dan denda pajak kendaraan bermotor. Program tersebut berlaku di seluruh wilayah kota dan kabupaten se-Jabar.

Masyarakan berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan program tersebut, Dengan adanya program tersebut pemilik kendaraan mengaku bisa melunasi pajak tanpa terbebani tunggakan yang berlipat.

“Baru sempat mengurus pembayaran pajak hari ini dikarenakan kesibukan kerja. Lumayan dapat keringanan pajak. Pas libur, saya baru ini mengurus. Mudah-mudahan sempat sebelum tutup,” ungkap Yosep warga kecamatan Cicantayan, Sukabumi.

Sementara itu Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah 1 Kabupaten Sukabumi Agus Sutrisna menyampaikan, Dengan program pak Gubernur pemutihan pajak kendaraan, animo masyarakat kabupaten Sukabumi sangat luar biasa yang biasanya perhari orang yang membayar pajak hanya 500an wajib pajak, dengan pemutihan pajak ini setiap hari bisa 2000 lebih wajib pajak yang membayar pajak kendaraan bermotornya,” Ungkapnya.

Pihaknya juga meminta maaf kepada masyarakat agar bisa memaklumi terkait pelayanan yang terbatas, dan mengingatkan bahwa program tersebut masih panjang sampai 30 Juni 2025

“Kami mohon maaf apabila ada kekurangan pelayanan dari pihak kami karena biasa hanya 500 an sekarang melonjak apabila ada kekurangan di sana sini tentunya akan kita perbaiki bersama sama agar masyarakat yang datang ke Samsat Cibadak bisa lebih terlayani dengan baik, aman, dan nyaman,” Tuturnya

“Dan juga programnya masih panjang sampai 30 Juni 2025 silahkan manfaatkan program ini baik untuk membayar pajak tahunan maupun untuk ganti STNK, plat nomor, balik nama, maupun mutasi,” Pungkas