BANJAR, LingkarJabar – Puskesmas Banjar III melakukan pengambilan sampel air di tiga titik lokasi, Jumat (22/5/2016), sebelum nya menerima laporan dari warga terkait kondisi air yang berubah keruh. Pengambilan sampel dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi yang diterima dari Lembaga Perlindungan Sumber Daya Alam (Lapisda) Banjar.
Petugas Promosi Kesehatan Puskesmas Banjar III, Lilis Maryani mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kualitas air dan mengetahui penyebab perubahan warna air yang dikeluhkan warga.
Menurutnya, laporan awal diterima dari Lapisda Banjar yang menyampaikan adanya keluhan masyarakat terkait air sumur yang menjadi keruh.
“Kita mendapatkan informasi awalnya dari Lapisda Banjar, bahwa ada warga yang melapor airnya menjadi keruh. Atas dasar laporan itu, kami dari Puskesmas menindaklanjuti dengan melakukan pengambilan sampel air,” ujar Lilis.
Ia menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan di tiga lokasi berbeda. Satu titik berada di area Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sedangkan dua titik lainnya berada di rumah warga.
“Tadi yang diambil tiga lokasi, satu di SPPG dan dua di rumah warga,” katanya.
Sampel air tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium guna mengetahui kandungan maupun kualitas air. Hasil pemeriksaan diperkirakan baru bisa diketahui sekitar satu minggu ke depan.
“Hasilnya nanti akan kami serahkan ke Lapisda Banjar. Untuk proses pemeriksaan laboratorium diperkirakan sekitar satu minggu,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Banjar 4, Latif mengatakan pihaknya menghormati proses pemeriksaan yang sedang dilakukan dan saat ini masih menunggu hasil laboratorium keluar.
“Sekarang pengambilan sampel sudah selesai dan kita sedang menunggu hasil dari lab. Untuk hasilnya sekitar satu minggu,” kata Latif.
Ia menambahkan, pihak SPPG juga terus melakukan upaya perbaikan dan optimalisasi instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang dimiliki.
“Untuk itu kami hanya memaksimalkan, karena sebelumnya juga sudah dicek. Alhamdulillah IPAL kita bisa dibilang aman dan akan terus dimaksimalkan,” pungkasnya.(Johan Wijaya)






