Berita  

Keluhan Warga soal Dugaan Rembesan Limbah MBG, Mitra SPPG Banjar 4 Klaim IPAL Tidak Bocor

 

BANJAR, LingkarJabar — Dugaan rembesan limbah dari dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Banjar masih dalam tahap penelusuran. Menanggapi keluhan warga, pihak mitra pengelola SPPG Banjar 4 memastikan bahwa hasil pengecekan internal tidak menemukan adanya kebocoran pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Perwakilan mitra SPPG Banjar 4, Ghipary, mengatakan laporan warga langsung ditindaklanjuti dengan pemeriksaan terhadap sistem pembuangan limbah dapur.

“Begitu ada komplain dari warga, tim pemeliharaan langsung mengecek apakah ada kebocoran atau rembesan dari IPAL. Hasil pengecekan sementara tidak ditemukan kebocoran,” ujar Ghipary saat dikonfirmasi.kamis (21/5/2026)

Menurutnya, sampel air yang sebelumnya diuji juga disebut bukan berasal dari area dapur MBG, melainkan dari rumah warga di sekitar lokasi.

“Yang kemarin diperiksa itu sampelnya dari rumah warga, bukan langsung dari dapur. Karena itu kami juga masih menunggu pemeriksaan lanjutan,” katanya.

Ia menegaskan pihak dapur selama ini menjalankan prosedur pengolahan limbah sesuai mekanisme yang berlaku. Bahkan, sumur yang berada paling dekat dengan area dapur disebut tidak menunjukkan indikasi tercemar.

“Sumur yang paling dekat dengan dapur juga tidak ada pencemaran,” ucapnya.

Untuk memastikan sumber dugaan pencemaran, pihak Puskesmas bersama instansi lingkungan hidup dijadwalkan kembali melakukan pengambilan sampel air secara langsung.

“Besok rencananya dari puskesmas atau lingkungan hidup datang lagi untuk mengambil sampel langsung,” jelas Ghipary.

Dalam keterangannya, ia juga menjelaskan sistem IPAL yang digunakan dapur MBG dipasang di atas permukaan tanah dan tidak ditanam. Limbah dari dapur disebut terlebih dahulu melewati tiga tahapan filtrasi sebelum dialirkan ke saluran pembuangan kota.

“Ipalnya memang berada di atas permukaan tanah, tidak dikubur. Tetapi limbah sudah melalui tiga tahapan filterisasi sebelum dibuang,” katanya.

Meski demikian, pihak mitra mengaku terbuka terhadap evaluasi dan masukan dari pihak berwenang terkait efektivitas sistem IPAL yang digunakan saat ini.

“Kalau nanti ada masukan dari ahli lingkungan atau instansi terkait tentu akan jadi bahan evaluasi,” tambahnya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan lanjutan dari pihak kesehatan dan lingkungan hidup masih ditunggu untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan antara keluhan warga dengan aktivitas dapur MBG di lokasi tersebut.