BOGOR, LingkarJabar – Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat menangani peristiwa hanyutnya seorang anak di Sungai Ciliwung, tepatnya di kawasan Jembatan Gantung, Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Senin, 20 April 2026.
Berdasarkan keterangan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Bogor, korban bernama Azka, 6 tahun, dilaporkan hanyut sekitar pukul 09.30 WIB saat bermain dan berenang di sungai.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pemerintah daerah segera mengoordinasikan penanganan darurat dengan melibatkan tim gabungan lintas instansi. Sekitar 60 personel dikerahkan, terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pemadam Kebakaran, kepolisian, Radio Antar Penduduk Indonesia, serta relawan.
Kepala Unit SAR Bogor, Fazri, mengatakan operasi pencarian dilakukan secara terstruktur dengan membagi personel ke dalam tiga regu. Dua regu menyisir aliran Sungai Ciliwung, sementara satu regu melakukan pencarian di bantaran.
“Hingga sore hari, area pencarian telah menjangkau sekitar 4 kilometer dari titik awal kejadian,” kata Fazri.
Ia menjelaskan, derasnya arus sungai serta banyaknya hambatan di aliran menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Meski demikian, tim tetap mengedepankan keselamatan dalam setiap langkah operasi.
Pencarian di aliran sungai dihentikan sementara pada malam hari. Namun, pemantauan visual di sepanjang bantaran tetap dilakukan untuk mengumpulkan informasi tambahan.
Pemerintah Kabupaten Bogor memastikan operasi pencarian akan dilanjutkan pada hari berikutnya dengan strategi yang disesuaikan dengan kondisi arus dan medan.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah sekaligus pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam mengawasi anak-anak yang beraktivitas di sekitar aliran sungai. (Red)






