Berita  

Training One Minute Awareness: Cara Kemenag Banjar Cetak Guru Berkarakter

BANJAR, LingkarJabar — Upaya peningkatan profesionalisme Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pendidikan terus dilakukan Kementerian Agama Kota Banjar. Salah satunya melalui kegiatan Training One Minute Awareness yang digelar di Aula MAN Kota Banjar, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan tenaga pendidik madrasah, baik kepala madrasah maupun guru dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN), Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN), hingga Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Seluruh peserta merupakan ASN yang terdiri dari PNS dan PPPK.

Panitia penyelenggara, Ogi Lesmana, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada penguatan karakter, tetapi juga mendukung pengembangan karier ASN melalui sistem penilaian kinerja.

“Program ini menjadi salah satu bagian penting dalam peningkatan kompetensi ASN, karena sertifikat yang diperoleh peserta dapat diakumulasi sebagai angka kredit untuk kenaikan pangkat,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan materi selama 30 jam pelajaran yang berfokus pada penguatan kecerdasan emosional dan spiritual melalui pendekatan One Minute Awareness. Materi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan tenaga pendidik dalam menghadapi dinamika dunia pendidikan saat ini.

Menurut Ogi, kesadaran diri menjadi kunci utama dalam membangun profesionalisme seorang guru. Tidak hanya dalam menjalankan tugas administratif, tetapi juga dalam membangun hubungan yang sehat dengan peserta didik.

“Melalui pendekatan One Minute Awareness, para peserta diajak memahami pentingnya kesadaran dalam setiap tindakan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam proses pembelajaran di madrasah,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat secara personal, kegiatan ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas layanan pendidikan di madrasah. Guru yang memiliki kesadaran emosional yang baik dinilai lebih mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan humanis.

Kegiatan ini turut menghadirkan motivator nasional, Coach Naqoy, yang memberikan penguatan materi terkait kepemimpinan dan pengembangan diri bagi tenaga pendidik.
Peserta juga mendapatkan fasilitas berupa materi pelatihan, konsumsi, serta sertifikat yang memiliki nilai administratif dalam sistem kepegawaian ASN.

Panitia penyelenggara berharap kegiatan ini tidak berhenti sebatas pelatihan, tetapi mampu memberikan dampak nyata dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah di Kota Banjar.

“Harapannya, para peserta tidak hanya memahami materi saat kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai One Minute Awareness dalam keseharian, baik sebagai individu maupun sebagai pendidik. Sehingga ke depan, kualitas pembelajaran di madrasah semakin meningkat dan mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” tutup Ogi. (Johan Wijaya)