BANJAR, LingkarJabar – Kekosongan material kabel jaringan di PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Banjar memicu keluhan masyarakat, terutama dari calon pelanggan yang hendak memasang sambungan listrik baru. Kondisi ini dinilai membebani warga karena mereka diminta mencari solusi sendiri agar proses penyalaan listrik tetap berjalan.
Sejumlah warga mengaku terpaksa membeli kabel secara mandiri akibat stok dari PLN yang belum tersedia. Dengan harga kabel yang diperkirakan mencapai Rp6.000 per meter, biaya yang harus dikeluarkan pelanggan menjadi tidak sedikit, terutama bagi rumah yang berjarak cukup jauh dari tiang jaringan listrik.
“Kalau memang material belum siap, seharusnya jangan dulu ada proses penyambungan. Ini malah pelanggan yang harus keluar biaya tambahan,” ujar salah seorang warga yang enggan di sebut nama dan indetitas nya.
Selain persoalan biaya, warga juga menyoroti potensi penyimpangan di lapangan. Mereka khawatir kondisi ini membuka peluang bagi oknum tertentu untuk mengambil keuntungan pribadi, termasuk dugaan pungutan liar.
Keluhan lain muncul terkait janji penggantian kabel oleh PLN. Sejumlah pelanggan mengaku hingga kini belum menerima kabel pengganti, meski listrik di rumah mereka sudah lebih dulu menyala menggunakan kabel yang dibeli sendiri.
Menanggapi hal tersebut, Manajer PLN ULP Banjar, Fajar, membenarkan adanya kekosongan stok kabel. Ia menyebut kondisi ini bersifat sementara dan pihaknya tengah berupaya mempercepat ketersediaan material.
“Kami terus berkoordinasi dengan pelanggan. Jika pelanggan bersedia menyediakan kabel terlebih dahulu, maka proses penyalaan bisa segera dilakukan,” ujar Fajar saat dikonfirmasi melalui grup whatsapp, Rabu (8/4/2026).
Ia menambahkan, kabel yang disediakan pelanggan nantinya akan diganti dengan material resmi dari PLN ketika stok sudah tersedia. Namun, penggantian tersebut dilakukan dalam bentuk barang, bukan pengembalian biaya.
Meski demikian, kebijakan tersebut justru menuai pertanyaan. Pasalnya, setelah kabel terpasang permanen dan listrik sudah menyala, keberadaan kabel pengganti dinilai tidak lagi relevan bagi pelanggan yang telah mengeluarkan biaya di awal.
Menanggapi hal itu, Fajar menegaskan bahwa pelanggan memiliki pilihan untuk menunggu hingga seluruh material tersedia dari PLN tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan.
“Silakan menunggu apabila tidak berkenan dengan opsi tersebut. Kami perkirakan akhir bulan ini material sudah kembali normal,” katanya.
Di sisi lain, PLN Banjar juga menyebut adanya program bantuan untuk pemasangan listrik di rumah ibadah melalui skema sedekah karyawan, sebagai bentuk kepedulian sosial di tengah keterbatasan material yang terjadi saat ini. (Johan Wijaya)






