BANJAR, LingkarJabar — Subdrive Bulog Ciamis melalui Gudang Bulog Banjar menyalurkan Bantuan Pangan untuk periode Oktober–November 2025 di seluruh wilayah Kota Banjar. Penyaluran berlangsung selama tiga hari, yakni 24–26 November 2025, dengan titik distribusi tersebar di setiap desa dan kelurahan.
Bantuan disalurkan berdasarkan data by name by address Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kementerian Sosial RI. Setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) mendapatkan 10 kilogram beras medium dan 2 liter minyak goreng Minyak Kita per tahap, sehingga total bantuan selama dua tahap mencapai 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk masing-masing KPM.
Pimpinan Cabang Bulog Ciamis, Johan Wahyudi mengatakan bahwa proses penyaluran bantuan dilakukan secara ketat dan terkoordinasi dengan pemerintah desa dan kelurahan.
“Kami memastikan kualitas beras dan minyak goreng sesuai standar, serta proses distribusi berlangsung transparan dan tepat sasaran,” ujarnya.
Pengawasan penyaluran dilakukan oleh Kepala Gudang Bulog Banjar, Dinas DKPPP Kota Banjar, dan instansi pemerintah terkait lainnya. Adapun total penerima bantuan pangan pada periode ini mencapai 14.826 KPM.
Iis Aisah (69), salah satu penerima, menyampaikan rasa syukur atas bantuan tersebut.
“Alhamdulillah, beras ini sangat bermanfaat. Bisa untuk kebutuhan beberapa minggu. Terima kasih kepada pemerintah dan Bulog,” ungkapnya, Kamis (27/11/2025).
Hal senada disampaikan Roheni (39). Menurutnya, bantuan beras dan minyak goreng mampu meringankan pengeluaran rumah tangganya di tengah kenaikan harga sembako.
“Sekarang harga kebutuhan pokok sedang naik. Bantuan ini sangat membantu ekonomi keluarga,” katanya.
Program bantuan pangan periode Oktober–November 2025 ini merupakan program pemerintah pusat yang bersumber dari APBN 2025, dengan Perum Bulog sebagai penyedia komoditas dan didistribusikan melalui kerja sama antara Bulog serta pemerintah desa dan kelurahan.
Secara keseluruhan, penyaluran berjalan lancar, tertib, dan mendapatkan respons positif dari masyarakat penerima manfaat. (Johan Wijaya)






