PANGANDARAN, LingkarJabar — Menyambut momentum libur Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pangandaran untuk memastikan kesiapan pengamanan dan mitigasi bencana. Peninjauan berlangsung pada Rabu (19/11/2025) sore dan dipusatkan di Posko Siaga Bencana kawasan Tourism Information Center (TIC) Pangandaran.
Kapolda bersama sejumlah pejabat utama Polda Jabar disambut jajaran Polres Pangandaran. Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau kesiapan personel, memeriksa kelengkapan sarana prasarana penanganan bencana, dan memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.
“Dalam rangka kunjungan kerja, saya ingin melihat bagaimana kesiapan Pangandaran menghadapi potensi bencana sekaligus libur Natal dan Tahun Baru,” ujar Irjen Rudi saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Selain memantau posko, Irjen Pol. Rudi Setiawan juga melakukan pengecekan ke sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas, termasuk jalur utama menuju kawasan wisata serta ruas-ruas jalan yang diprediksi padat selama libur panjang. Area Pantai Barat Pangandaran yang menjadi pusat keramaian pun tak luput dari pengawasan.
Menurutnya, Pangandaran akan menjadi salah satu destinasi favorit pada libur akhir tahun. Tingginya kunjungan wisatawan diperkirakan membawa potensi kerawanan yang harus diantisipasi secara matang.
“Saya ingin memastikan kapolres dan seluruh jajaran memetakan titik-titik rawan, baik kemacetan maupun kecelakaan. Semua kami cek secara langsung sampai besok,” tegasnya.
Meski terdapat sejumlah potensi kerawanan, Kapolda tetap mengimbau masyarakat agar menikmati liburan di Pangandaran dengan tetap memprioritaskan keamanan.
“Pantai Pangandaran ini sangat indah dan menjadi destinasi unggulan Jawa Barat. Silakan berlibur, namun tetap waspada dan patuhi arahan petugas. Keselamatan harus jadi prioritas agar liburan benar-benar membawa kebahagiaan,” katanya.
Pengamanan turut ditingkatkan di sepanjang garis pantai mengingat potensi perubahan cuaca dan gelombang laut yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kapolda juga menyoroti kondisi cuaca yang saat ini didominasi hujan intensitas tinggi, yang memicu risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor. Sejumlah titik rawan di Pangandaran disebut perlu mendapat perhatian serius.
“Musim penghujan membuat risiko banjir dan longsor meningkat. Semua pihak harus mengantisipasi kemungkinan itu,” ujarnya.
Irjen Rudi memastikan mitigasi bencana menjadi fokus utama, terutama dengan meningkatnya curah hujan di wilayah selatan Jawa Barat dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam proses pengecekan, Kapolda mengaku puas dengan kesiapsiagaan Polres Pangandaran dan dukungan Pemerintah Kabupaten, termasuk kesiapan peralatan penanganan bencana. Ia menilai kolaborasi berbagai instansi—BPBD, Basarnas, TNI, relawan, serta pemangku kepentingan lainnya—menjadi kunci keberhasilan pengamanan Nataru tahun ini.
“Kita punya peralatan yang cukup baik, baik dari Polres maupun Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Kesiapan seperti inilah yang harus terus dijaga,” ungkapnya.
Irjen Rudi menegaskan bahwa pengecekan ini merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh sektor siap menghadapi kemungkinan terburuk, sekaligus menjamin rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan yang berlibur di Pangandaran. (Agus Giantoro)






