BANJAR, LingkarJabar – Anggota DPR-RI Dapil Jabar X dari Komisi XIII, Agun Gunandjar Sudarsa, menegaskan pentingnya penerapan Hak Asasi Manusia (HAM) dalam seluruh sektor kehidupan, termasuk dunia pendidikan.
“Namun penerapan tersebut, harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila yang seimbang antara hak individu dan tanggung jawab sosial,” kata Agun saat menjadi narasumber dalam kegiatan Mewujudkan Masyarakat Sadar HAM Melalui Implementasi P5 HAM di salah satu hotel di Kota Banjar, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, hak asasi manusia merupakan hak dasar yang dimiliki setiap orang sejak dalam kandungan hingga akhir hayat.
“Mulai dari dalam perut pun sudah punya hak asasi. Makanya abortus itu dilarang karena menghilangkan nyawa, kecuali karena alasan medis yang membahayakan,” ujarnya.
Agun menilai, banyak kekeliruan dalam memahami HAM saat ini. Perspektif liberal barat cenderung menonjolkan kebebasan individu tanpa memperhatikan tanggung jawab sosial, sementara paham sosialis justru menekan hak individu demi kepentingan kolektif.
“Indonesia tidak ke blok barat dan tidak ke blok timur. Perspektif kita adalah Pancasila, yang mengedepankan nilai ketuhanan dan kemanusiaan,” tegasnya.
Dalam konteks pendidikan, Agun mendorong agar prinsip HAM diintegrasikan dalam kurikulum dan praktik pembelajaran.
“Tidak perlu lagi disebut sosialisasi HAM, karena nilai-nilainya seharusnya sudah hidup dalam rumusan kurikulum dan interaksi guru serta murid,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa potensi pelanggaran HAM bisa terjadi di berbagai lingkungan, termasuk pesantren. Karena itu, semua pihak guru, orang tua, organisasi masyarakat, hingga media harus berperan aktif menjaga nilai kemanusiaan dan moral publik.
“Kalau pikirannya bersih, ketikannya juga bersih. Kalau semua berketuhanan, tidak akan ada korupsi, tidak ada markup, dan tidak ada bantuan yang dikurangi,” pungkasnya. (Johan Wijaya)






